Bibit Siklon 93S Diprediksi Meningkat Jadi Siklon Tropis Kategori 2, BMKG Keluarkan Peringatan

2026-01-11 14:43:02
Bibit Siklon 93S Diprediksi Meningkat Jadi Siklon Tropis Kategori 2, BMKG Keluarkan Peringatan
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Pulau Jawa.Peringatan ini menyusul penguatan signifikan Bibit Siklon Tropis 93S yang terpantau di Samudra Hindia barat daya Jawa Barat.Berdasarkan analisis BMKG, sistem tersebut berpeluang berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu kurang dari 24 jam.Dampaknya diperkirakan memicu hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di sejumlah wilayah daratan dan perairan selatan Indonesia.BMKG mencatat analisis terbaru pada 21 Desember 2025 pukul 19.00 WIB menunjukkan Bibit Siklon Tropis 93S memiliki peluang tinggi untuk meningkat menjadi siklon tropis.Sistem ini saat ini terus dipantau oleh Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta.Baca juga: Siklon 93S Pengaruhi Kecepatan Angin di Jabar, Waspadai Bencana HidrometeorologisTCWC Jakarta memantau pergerakan Bibit Siklon Tropis 93S yang diprediksi akan meningkat statusnya menjadi Siklon Tropis Kategori 2.Peningkatan intensitas tersebut tidak hanya berdampak pada wilayah laut, tetapi juga memengaruhi kondisi atmosfer di daratan.BMKG menilai penguatan sistem ini berpotensi mengganggu pola angin dan memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.Salah satu dampak yang diwaspadai adalah terbentuknya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang.Baca juga: Bibit Siklon Tropis 93S Berpotensi Jadi Siklon pada 21 Desember 2025, Ini Dampak pada Hari IniDampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 93S mulai dirasakan di beberapa wilayah.BMKG memprakirakan angin kencang berpotensi melanda Lampung dan Banten.Selain itu, pertemuan angin atau konvergensi akibat pengaruh sistem ini memicu pertumbuhan awan hujan secara masif di wilayah daratan.Prakirawan BMKG Clara menjelaskan, meskipun masih berstatus bibit siklon, kekuatan sistem tersebut sudah cukup signifikan untuk memengaruhi stabilitas cuaca."Dampaknya menimbulkan konvergensi yaitu pertemuan angin terutama di sekitar wilayah pesisir Sumatera bagian barat, pesisir selatan Jawa, dan sebagian besar Jawa," jelas Clara kepada KompasTV dalam tayangan Sapa Pagi Indonesia, Senin .Berdasarkan analisis BMKG, sejumlah wilayah masuk dalam zona merah potensi cuaca ekstrem.


(prf/ega)