Gen Z Curhat: Laporan Barang Hilang, Kesabaran Ikut Hilang

2026-01-11 23:31:04
Gen Z Curhat: Laporan Barang Hilang, Kesabaran Ikut Hilang
JAKARTA, - Motor hilang saja sudah bikin lemas, HP hilang bikin tambah cemas. Tapi ternyata, itu belum apa-apa guys.Hal yang paling menguras tenaga justru saat harus antre panjang mengurus laporan kehilangan di kantor polisi. Sudah pusing, bukannya dapat solusi, malah jadi emosi.Tiga cerita berikut, dari Faldy, Aya, dan Axel, menggambarkan bagaimana laporan kehilangan bisa berubah menjadi pengalaman yang mengaduk-aduk emosi.Dari ruang tunggu yang penuh, proses lama tanpa kepastian, sampai rasa bahwa laporan kehilangan bukanlah prioritas.Dari cerita mereka, muncul pertanyaan menarik: apakah layanan laporan kehilangan sudah memberikan rasa aman, atau justru menjadi beban?Baca juga: Cara Membuat Surat Kehilangan di Kantor PolisiPagi itu, hidup Faldy (20) berubah cepat. Motor yang ia bawa sehari-hari raib setelah ia dibegal.Beberapa jam kemudian, ia langsung melapor ke Polsek, berharap kasusnya segera diproses.Namun yang menyambutnya adalah ruang tunggu yang super padat.“Pada hari itu emang banyak banget sih yang kehilangan barang… Ada motor, ada handphone gitu-gitu sih. Dan emang nunggunya cukup lama banget di situ,” ungkap Faldy.Baca juga: Apakah Barang Hilang di KRL Bisa Diganti? Begini Aturan dan Cara MengurusnyaDokumen yang diminta sebetulnya simple: KTP, KK, dan surat kendaraan bermotor.Tetapi proses yang seharusnya sebentar berubah menjadi berjam-jam. Bukan karena kasusnya rumit, melainkan karena antre, menunggu giliran, dan menunggu petugas selesai istirahat.“Gue jam 9 atau 10-an ke Polsek, itu baru diproses gue-nya sekitar jam 1 apa jam 2 gitu… karena mereka ada break makan siang dulu… dan itu jujur gue lagi kerja jadi agak ngeganggu banget.”Ketika akhirnya dipanggil, prosesnya justru sebentar: ceritakan kronologi, serahkan berkas, tanda tangan. Selesai.Baca juga: Lost and Found KAI: Antara Prosedur Resmi dan Realita di LapanganLalu, ia diminta datang lagi dua hari kemudian.“Walaupun enggak ada perkembangan apa-apa… dia cuma bilang, ‘Belum ketemu.’ Kenapa enggak by WhatsApp aja? Itu kan jadi enggak efisien waktu gue.” ujar dia heran.


(prf/ega)