Pascabanjir, Warga Bener Meriah Jalan Kaki Berjam-jam Pikul Sembako dan Bawa Tabung Gas

2026-01-12 04:47:57
Pascabanjir, Warga Bener Meriah Jalan Kaki Berjam-jam Pikul Sembako dan Bawa Tabung Gas
- Tiga pekan setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Kabupaten Bener Meriah, Aceh, kondisi akses jalan utama hingga kini belum sepenuhnya pulih.Akibatnya, ribuan warga dari Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah terpaksa berjalan kaki puluhan kilometer melewati jalan lintasan KKA (Bener Meriah–Aceh Utara) demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.Perjalanan panjang itu bukan tentang petualangan, melainkan perjuangan untuk menghidupkan dapur keluarga di tengah keterbatasan akses pascabencana hidrometeorologi.Pantauan di lapangan, Selasa , menunjukkan jalan lintas KKA kini menjadi satu-satunya jalur harapan bagi ribuan warga di dataran tinggi Gayo.Kampung Seni Antara (Kamp) mendadak menjelma sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus jantung kehidupan masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor.Baca juga: Teupin Mane Bisa Dilalui, Aceh Tengah dan Bener Meriah Masih TerisolasiDi lokasi tersebut, puluhan pedagang asal Lhokseumawe dan Aceh Utara menjajakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat Gayo, mulai dari beras, gas elpiji, bahan bakar minyak (BBM), hingga ikan segar.Namun, untuk mencapai tempat itu, warga harus berjalan kaki melewati puluhan kilometer jalan rusak yang dipenuhi lumpur dan bekas longsoran.Saat melintas di jalan KKA, pemandangan pilu terlihat jelas.Tak ada perbedaan status sosial. Pegawai kantoran, petani kopi, relawan, hingga ibu-ibu rumah tangga berjalan beriringan, berbagi jejak lumpur tanpa kendaraan, tanpa jabatan, dan tanpa jarak sosial.Masing-masing sibuk dengan beban yang dipikul. Ada yang mengangkut beras, BBM, telur, hingga menggendong tabung gas elpiji di punggung.Meski hujan gerimis dan jalan berlumpur membasahi tubuh, ketegaran tampak di wajah-wajah mereka.Baca juga: Bupati Bener Meriah Bantah Isu 80 Ton Bantuan Hilang, Sebut Semua Logistik Tercatat dan TersalurkanDari arah Bener Meriah, warga umumnya memikul hasil bumi untuk dijual ke wilayah Pase. Sementara dari Aceh Utara, warga Gayo membawa pulang beras, gas elpiji, dan ikan segar ke kampung halaman.“Beli apa aja ini, Bu?” tanya seorang warga di perjalanan.“Beli beras sama telur, Nak. Di kampung sudah habis, makanya kami jalan ke sini,” ujar Hamidah saat ditemui di tengah perjalanan.Warga lain, Herman, mengaku harus menelan kekecewaan setelah bersusah payah memikul tabung gas.


(prf/ega)