Mendikdasmen: Semua Guru Harus Punya Tugas Bimbingan Konseling

2026-01-11 22:45:51
Mendikdasmen: Semua Guru Harus Punya Tugas Bimbingan Konseling
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, semua guru di Indonesia harus memiliki kemampuan bimbingan konseling (BK).Menurut Mu'ti, hal itu diperlukan untuk mencegah terjadinya kekerasan di sekolah. Ia juga mengingatkan kemampuan konseling sebenarnya tidak terbatas pada guru BK saja.“Nanti di dalam kebijakan kami sudah ada, kan semua guru itu harus punya tugas bimbingan konseling walaupun dia bukan guru BK,” kata Mu'ti dikutip dari Kompas.com, Rabu .Mu'ti menuturkan, guru wali bertugas mengenali potensi muridnya, memitigasi, berdialog, dan bisa menjadi penghubung antara sekolah dengan orangtua.Baca juga: Alasan Mendikdasmen Berpidato Pakai Bahasa Indonesia di Sidang Umum UNESCOSelain itu, guru juga bisa menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan orangtua sehingga anak-anak merasa berada di rumah ketika berada di sekolah.“Membicarakan berbagai macam persoalan yang selama ini kan komunikasi antara orangtua dengan sekolah belum terjalin dengan baik, beberapa sekolah sudah melakukannya,” ujarnya.Mu'ti juga menyoroti masalah perundungan atau bullying yang terjadi di sekolah biasa menimpa anak-anak yang lebih lemah.Menurut Mu'ti, masalah itu kemungkinan besar bisa di atasi jika ada sikap pengembangan yang lebih humanis sehingga anak bisa menerima satu sama lain.Dok. Kemendikdasmen Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu?ti saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku ?Pendidikan Bermutu untuk Semua: Menggali Pokok-pokok Pikiran Abdul Mu?ti? di Jakarta, Senin .“Mereka yang selama ini menjadi korban perundungan itu kan yang tidak berdaya, yang secara kekuatan dianggap lebih lemah dari yang lain. Kalau kita mengembangkan sikap yang lebih humanis, maka kita bisa mengembangkan budaya saling menerima di antara semua insan,” ungkapnya.Oleh karena itu, Mu'ti menilai perlunya adanya bimbingan dan spiritualitas dalam mencegah aksi bullying.Dalam pencegahan perundungan ini, Mu'ti juga berharap agar ada duta antikekerasan di sekolah-sekolah yang dapat menjadi pemangaruh atau influencer di antara sesama pelajar.Baca juga: Mendikdasmen Siap Bahas Lintas Kementerian Rencana Pembatasan Game Online“Nanti akan menjadi semacam influencer di kalangan sesama pelajar bagaimana mereka ini membina hubungan yang lebih saling menghormati, hubungan yang lebih terbuka, dan sekali lagi saling menerima semua murid dengan berbagai perbedaan,” kata dia.


(prf/ega)