INDRAMAYU, - Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, ratusan petugas disiagakan di Kabupaten Indramayu.Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi pun digelar di Halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada Rabu .Tak hanya dari BPBD, apel ini juga diikuti TNI-Polri, Damkar, Satpol PP, serta berbagai instansi terkait lainnya, termasuk para relawan.Kepala Pelaksana BPBD Indramayu, Dadang Oce Iskandar, menegaskan pentingnya sinergi dan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi berbagai potensi bencana."Tadi kami juga gelar simulasi setelah apel, kami minta seluruh jajaran untuk bersiap," ujar dia di lokasi.Baca juga: Pilu Taridi, Ayah Dua Anak di Indramayu, Sang Istri 3 Tahun Hilang Tanpa Kabar di Arab SaudiMenurut Oce, sejak Agustus 2025, pihaknya telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi.Ia berharap status tersebut tidak meningkat menjadi tanggap darurat.Pihaknya berharap status tersebut jangan sampai meningkat menjadi tanggap darurat dan berharap wilayah Indramayu selalu aman.Di sisi lain, dari mitigasi bencana yang sudah dilakukan, menurut Oce, seluruh wilayah di 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu memiliki potensi bencana, terutama di wilayah-wilayah rawan seperti pesisir, di mana saat ini banjir rob masih terjadi.Selain itu, pihaknya juga mewaspadai potensi banjir besar akibat hujan deras maupun luapan dari sungai.Baca juga: Polindra Berduka, Dua Mahasiswa Tewas Tenggelam Saat Latihan Rafting di Sungai Cimanuk Indramayu"Kami juga mewaspadai potensi tanggul sungai yang jebol, termasuk bencana angin puting beliung," ujarnya.Tak hanya menyiapkan pasukan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung maupun BBWS Citarum, untuk mewaspadai tanggul jebol.Termasuk menjalin koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk pemantauan kondisi cuaca.BPBD dalam hal ini mencatat, dalam satu bulan terakhir ini, sedikitnya ada lima peristiwa bencana yang terjadi di Indramayu, terdiri dari tiga bencana angin puting beliung, serta dua lainnya merupakan bencana banjir."Terakhir kami sama-sama kemarin memeriksa kondisi banjir rob di Eretan. Kami sudah mengatasi bersama dengan PUPR dan sampai saat ini PUPR masih bergerak di lapangan untuk menguatkan tanggul," kata Oce.Kepala Tim Kerja Prakiraan, Data, dan Informasi BMKG Kertajati, Muhammad Syifaul Fuad, menambahkan, cuaca ekstrem hujan deras masih akan berlangsung di berbagai daerah, termasuk Indramayu."Cuaca ekstrem untuk saat ini dari pantauan kami seminggu ke depan kondisinya masih dinamis, turun hujan ya, bisa dikatakan hujan turun setiap hari. Potensinya juga beragam, hujan ini bisa disertai petir dan angin kencang," ujar dia.
(prf/ega)
Indramayu Waspada Banjir Rob hingga Angin Puting Beliung, Ratusan Personel Disiagakan
2026-01-11 03:50:23
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:29
| 2026-01-11 03:09
| 2026-01-11 02:59
| 2026-01-11 02:08
| 2026-01-11 01:43










































