Kebanyakan, kata Deddy, berdasarkan catatan hotel anggota PHRI di Yogyakarta, tamu tidak melakukan reservasi terlebih dahulu, tetapi langsung datang dan melakukan pemesanan di lokasi.Meskipun okupansi hotel di wilayah Malioboro dan sekitarnya rata-rata sudah mencapai 70 persen, tetapi pada tanggal 30 dan 31 Desember 2025, tingkat okupansinya masih sekitar 35 persen."Masih banyak tersedia kamar di anggota PHRI wilayah DIY, karena saat ini wisatawan juga memilih di indekost harian, villa, homestay, rumah dadakan yang disewakan," kata Deddy.Serta, lanjutnya, wisatawan juga memilih menginap di apartemen yang sebagian besar tidak berizin, atau tidak sesuai peruntukannya, dan tidak bayar pajak.Baca juga: Bagi wisatawan yang berencana liburan dan menghabiskan waktu libur akhir tahun di Yogyakarta, Deddy menyarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu. Baik resevasi melalui online travel agent (OTA) ataupun langsung melalui hotel-hotel yang sudah dipilih sebelumnya."Hati-hati banyak penipuan via Google Maps, yang nomor ponsel sudah diganti dengan nomor ponsel penipu. Sebaiknya cari data resmi anggota PHRI dari hotel non-bintang, sampai hotel bintang 5 di website PHRI DIY," kata Deddy.
2026-01-12 04:26:55
(prf/ega)
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:43
| 2026-01-12 04:36
| 2026-01-12 04:03
| 2026-01-12 03:32
| 2026-01-12 02:31










































