JAKARTA, - Ketua Umum Pengurus Besar Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso menyebut, kebijakan pemerintah cenderung mengarah pada penggunaan beras fortifikasi. Adapun beras fortifikasi merupakan beras yang melalui teknologi pasca panen dengan tujuan untuk meningkatkan kandungan mineral dan vitamin. “Sekarang menurut saya sudah mengarah ke sana (penggunaan beras fortifikasi),” kata Sutarto saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta, Kamis . Menurutnya, hal ini terlihat dari keputusan pemerintah memasukkan beras fortifikasi dalam kategori beras khusus yang tidak dikenai harga eceran tertinggi (HET). Baca juga: Perpadi Mau Produksi Beras Fortifikasi, Bantu Atasi Stunting dan Kurang Gizi Selain itu, pemerintah juga bakal menggunakan beras fortifikasi dalam program Bantuan Pangan. Kebijakan itu telah dilaksanakan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menyasar keluarga dengan kriteria tertentu. Terbaru, kata Sutarto, kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mengarah pada penggunaan beras fortifikasi. “MBG Itu juga nampaknya arahnya nanti juga menggunakan beras fortifikasi untuk mempercepat dan menyelesaikan persoalan stunting dan kekurangan gizi masyarakat,” tutur Sutarto. Pada kesempatan yang sama, Manajer Program Infinite TechnoServe, Evelyn Djuwidja mengatakan, BGN telah memberikan arahan agar menu MBG menggunakan bahan pangan terfortifikasi. Baca juga: Produksi Beras 2025 Diproyeksikan Naik 4,1 Juta Ton Tanpa Impor Dengan demikian, BGN menganjurkan agar Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG menggunakan garam yang mengandung yodium, minyak goreng dengan kandungan vitamin A, an tepung terigu terfortifikasi. “Mereka bilang kalau beras, kalau bisa pakai beras fortifikasi,” kata dia. Evelyn menyebut, di BGN juga telah mulai menjalankan pilot program di Bogor, Jawa Barat untuk mencoba distribusi beras fortifikasi melalui program bantuan pangan mereka. “Jadi yang kalau saya lihat ke depannya itu memang bahkan di pemerintah pun sudah ada ketertarikan untuk menjadi buyer atau menjadi distributor yang bisa,” tutur Evelyn. Baca juga: Saat Amerika Krisis Pangan, Indonesia Justru Catat Rekor Surplus Beras dan Jagung Sebelumnya, Perpadi menjalin kerjasama dengan TechnoServe, lembaga nirlaba internasional yang bergerak di bidang pengentasan kemiskinan, termasuk dengan pengolahan makanan. TechnoServe berperan memberikan asistensi dan sosialisasi kepada anggota Perpadi yang terdiri dari pelaku usaha penggilingan padi menyangkut produksi beras fortifikasi.
(prf/ega)
Perpadi: Beras Fortifikasi Bakal Dipakai di MBG
2026-01-12 05:45:00
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:45
| 2026-01-12 04:46
| 2026-01-12 03:29
| 2026-01-12 03:26










































