Pendamping PPH: Sertifikat Halal Tebar Kebaikan, Tingkatkan Kesejahteraan dan Jaga Kedaulatan

2026-02-03 11:41:52
Pendamping PPH: Sertifikat Halal Tebar Kebaikan, Tingkatkan Kesejahteraan dan Jaga Kedaulatan
– Program sertifikasi halal gratis yang dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan regulasi, tetapi juga menjadi instrumen nyata dalam menebar kebaikan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. Semangat tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa kekuasaan harus digunakan untuk menebar kebaikan, menghapus kemiskinan, dan menegakkan kedaulatan bangsa. Demi mewujudkan amanah tersebut, BPJPH menghadirkan program sertifikasi halal gratis yang bersinergi dengan para Pendamping Proses Produk Halal (P3H). Melalui program ini, jutaan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di seluruh Indonesia kini dapat memperoleh sertifikat halal tanpa biaya.Baca juga: Sinergi BPJPH–Kemenperin Perkuat Ekosistem Halal, Dorong Sertifikat Halal sebagai Nilai Tambah IndustriProgram tersebut tidak hanya membantu pelaku usaha kecil meningkatkan daya saing produknya, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi para pendamping halal yang tersebar di berbagai daerah.Salah satu kisah nyata datang dari Dian Lestari, seorang ibu rumah tangga asal Malang, Jawa Timur, yang kini menjadi P3H.DOK.BPJPH Dian Lestari, seorang ibu rumah tangga asal Malang, Jawa Timur, yang kini menjadi Pendamping PPH. Melalui program sertifikasi halal gratis, Dian berhasil memperoleh penghasilan yang layak sekaligus membantu para pelaku usaha kecil di lingkungannya memperoleh sertifikat halal. “Alhamdulillah, dengan program sertifikat halal gratis ini, saya bisa membantu banyak pelaku usaha dan sekaligus mendapatkan penghasilan untuk menghidupi anak-anak saya,” ujar Dian dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu . Menurut Dian, manfaat program tersebut tidak hanya terletak pada penerbitan sertifikat, tetapi juga pada meningkatnya kesadaran dan kepercayaan diri pelaku UMK untuk memperluas pasar.Baca juga: BPJPH Gencarkan Sertifikasi Halal Gratis untuk UMKM JogjaProgram tersebut memiliki dampak strategis, yakni mendorong kesejahteraan pelaku UMK melalui perluasan akses pasar, sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi nasional dengan tumbuhnya produk halal yang kompetitif dan terpercaya.Selain itu, nilai sosial dari program ini juga terasa nyata: menebar kebaikan, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan keadilan ekonomi bagi masyarakat kecil.BPJPH menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan program sertifikasi halal gratis dan memperkuat kapasitas para pendamping halal di seluruh Indonesia. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendamping, dan berbagai pemangku kepentingan, BPJPH bertekad memastikan seluruh proses berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.Melalui program tersebut, BPJPH menegaskan bahwa halal bukan sekadar label, melainkan simbol kebaikan dan kemandirian bangsa. Baca juga: BPJPH: Dukungan Pemda untuk Sertifikasi Halal Produk UMK Bisa Perkuat Ekosistem Halal DaerahProgram sertifikasi halal gratis menjadi bagian dari upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus menjaga kedaulatan ekonomi nasional. Dari tangan-tangan P3H seperti Dian Lestari, semangat kebaikan itu menular dan menyebar, menghadirkan bukti bahwa sertifikasi halal benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-03 11:34