Pasokan Menguat, Beras Berbalik Jadi Peredam Inflasi November 2025

2026-01-12 05:09:08
Pasokan Menguat, Beras Berbalik Jadi Peredam Inflasi November 2025
JAKARTA, - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat beras berbalik menjadi salah satu “peredam” inflasi pada November 2025.Di tengah inflasi bulanan 0,17 persen dan inflasi tahunan 2,72 persen, komoditas beras justru mengalami deflasi 0,59 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan memberikan andil minus 0,02 poin persentase terhadap inflasi umum.Perkembangan ini terjadi ketika produksi beras 2025 diproyeksikan melonjak signifikan dibanding tahun lalu.Baca juga: Pertama Kali Beras Bikin Deflasi, Mentan Amran: Terima Kasih TNI-PolriSHUTTERSTOCK/GOLVR Ilustrasi beras.BPS memperkirakan potensi produksi beras sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai sekitar 34,79 juta ton, naik sekitar 4,17 juta ton atau 13,6 persen dibanding 2024.Dalam rilis resmi mengenai perkembangan inflasi, BPS menyebut inflasi umum pada November 2025 sebesar 0,17 persen (mtm), dengan inflasi tahunan 2,72 persen dan inflasi tahun kalender 2,27 persen.Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa di tengah tekanan kenaikan harga emas perhiasan dan tarif angkutan udara, sejumlah komoditas pangan justru mengalami penurunan harga. Beras termasuk di dalamnya.Pudji menyebut beras menjadi salah satu komoditas peredam inflasi bulanan pada November 2025 dengan deflasi 0,59 persen (mtm) dan andil minus 0,02 poin persentase.Baca juga: Bulog Percepat Pengiriman Beras SPHP ke 4 Wilayah Sulit Terjangkau di PapuaIa menjelaskan, deflasi beras terjadi secara luas di berbagai daerah.“Ini (komoditas beras yang mengalami deflasi) terjadi di 28 provinsi. Sementara 8 provinsi mencatat inflasi dan 2 provinsi lainnya stabil,” kata Pudji dalam konferensi pers.


(prf/ega)