Api Monas Menyala di Menara Bank Jakarta, Sebuah Proposal Simbol Keadilan Ruang Urban

2026-01-12 06:10:42
Api Monas Menyala di Menara Bank Jakarta, Sebuah Proposal Simbol Keadilan Ruang Urban
JAKARTA, - Di tengah ambisi Jakarta sebagai megapolitan global, sebuah pertanyaan mendasar muncul: arsitektur macam apa yang sesungguhnya pantas menjadi representasi kota ini?Pertanyaan inilah yang menjadi titik tolak bagi firma arsitek Alien Design Consultant (DC) dalam merancang proposal visioner mereka untuk Menara Bank Jakarta.Proposal yang merupakan salah satu karya dalam ajang beauty contest bergengsi yang dipresentasikan pada Oktober 2025, ini bukan sekadar cetak biru gedung pencakar langit. Baca juga: Bukan Cuma Dubai dan Amsterdam, Ini 3 Mahakarya Arsitektur Indonesia yang Diakui GlobalIa adalah sebuah surat cinta yang membumi namun tetap merayakan ketinggian ambisi.Karya ini adalah visi arsitektur yang berkomitmen untuk tidak hanya menjadi tengaran vertikal, tetapi juga sebuah kehadiran sipil bersama yang berakar kuat pada nilai-nilai Nusantara.Sebelum memahat bentuk menara, Alien DC melakukan "pembacaan" mendalam terhadap konteks kota.Menara Bank Jakarta didesain untuk bangkit dengan percaya diri tinggi di tengah cakrawala Sudirman Central Business District (SCBD), namun orientasinya diselaraskan dengan logika iklim tropis dan karakternya dijiwai oleh sejarah Jakarta.Inti dari desain ini terletak pada inspirasi filosofis Tugu Nasional (Monas), khususnya melalui konsep Lingga–Yoni.Baca juga: Fallingwater House, Rumah di Atas Air Terjun Ikon Arsitektur DuniaLingga (menara), merepresentasikan ambisi vertikal, keteguhan, dan kemajuan Bank Jakarta sebagai institusi.Sementara Toni (podium), merepresentasikan landasan, ruang publik, dan koneksi yang membumi dengan kehidupan sipil kota.Hubungan antara menara dan podium ini mengekspresikan keseimbangan yang dicari oleh Jakarta modern, ikonik namun kontekstual, monumental namun inklusif.Secara visual, massa menara dirancang sedemikian rupa hingga menggemakan logo Bank Jakarta, yang secara abstrak mereferensikan lidah api Monas.Api ini bukan hanya ornamen, melainkan simbol resiliensi, kontinuitas, dan progres kota yang terus bergerak maju di tengah perubahan zaman.Baca juga: Juara di Ajang Arsitektur Bergengsi Dunia, Palestina Inspirasi Perlawanan BudayaFilosofi yang sama meresap ke dalam interior menara. Ruang-ruang di dalamnya dirancang sebagai narasi perjalanan kota, menghubungkan memori masa lalu dengan arah masa depan yang progresif.Detail dan elemen dinding interior mengambil inspirasi dari transformasi cawan Monas, diterjemahkan secara abstrak sebagai representasi keteguhan dan harapan.


(prf/ega)