JAKARTA, - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dan Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar dalam penanggulangan bencana di kabupatennya masing-masing.Dalam panggilan yang dilakukan dalam rapat terbatas (ratas), Prabowo turut menguatkan kedua bupati tersebut."Terima kasih pengabdianmu, tabah selalu. Saya akan berusaha nengok kalian kesempatan pertama ya," ujar Prabowo dalam ratas dengan kementerian/lembaga di Lanud Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Minggu malam.Baca juga: Biaya Pemulihan di Sumatera Diperkirakan Rp 51,82 Triliun, Ini RinciannyaKendati sambungan panggilan video beberapa kali tersendat, Prabowo kembali mengucapkan terima kasih serta berjanji akan berkunjung ke Aceh Tengah dan Bener Meriah."Saya datang, saya mau nengok kalian, saya mau lihat muka-muka kalian. Terima kasih," ujar Prabowo.Sementara itu, Haili dalam panggilan video menyatakan bahwa dirinya menunggu kehadiran Prabowo di Aceh Tengah."Kita kuat, Pak Presiden. Kita tunggu di Aceh Tengah, Pak," kata Haili.Baca juga: Prabowo Minta Menkes Terjunkan Dokter Magang ke Lokasi Pengungsi Bencana SumateraBerbeda dengan Bupati Aceh Tengah dan Bupati Bener Meriah, Prabowo menyindir bupati yang dinilai tidak siap menghadapi situasi krisis di daerahnya.Pesan Presiden itu disampaikan di tengah sorotan terhadap Bupati Aceh Selatan Mirwan, yang pergi menunaikan umrah tanpa izin.Prabowo awalnya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para kepala daerah dalam rapat tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa para bupati memang dipilih untuk menghadapi situasi sulit, terutama saat bencana terjadi."Terima kasih, hadir semua bupati? Terima kasih ya para bupati. Kalian yang terus berjuang untuk rakyat. Memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan," ujar Prabowo dalam ratas.Baca juga: Pemerintahan Bakal Bangun Huntara untuk Korban Bencana SumateraPrabowo lalu melontarkan sindiran kepada bupati yang tidak siap bekerja dalam kondisi darurat.Ia lantas meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk menindak bupati yang meninggalkan wilayahnya saat banjir bandang.Prabowo melanjutkan bahwa dalam dunia militer, tindakan meninggalkan tugas saat kondisi genting disebut desersi, dan itu tidak dapat ditoleransi."Itu kalau tentara namanya desersi. Dalam keadaan bahaya, meninggalkan anak buah, waduh… itu enggak bisa. Saya enggak mau tanya partai mana. Sudah kau pecat?" sentil Prabowo.Baca juga: 4 Penyakit Utama yang Kini Menyerang Pengungsi Banjir SumateraANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso Suasana pusat Kota Kuala Simpang yang luluh lantak akibat banjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu . Berdasarkan data BPBD setempat hingga Sabtu , banjir bandang mengakibatkan 57 warga Aceh Tamiang meninggal dunia dan 23 warga hilang, sementara berdasarkan data BNPB bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra mengakibatkan 916 orang meninggal dunia dan 274 orang hilang.
(prf/ega)
Prabowo Apresiasi Bupati Aceh Tengah dan Bener Meriah: Terima Kasih Pengabdianmu
2026-01-12 04:37:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:01
| 2026-01-12 04:40
| 2026-01-12 04:04
| 2026-01-12 03:36










































