26 Tahun Jadi Pecandu Narkoba, Tempat Ini Akhirnya Mengubah Hidupnya

2026-01-12 06:20:52
26 Tahun Jadi Pecandu Narkoba, Tempat Ini Akhirnya Mengubah Hidupnya
BENGKULU, – Seorang residen di Rumah Rehab Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu tak pernah membayangkan dirinya bisa hidup tanpa sabu.Ia mengenal barang haram itu sejak 1999, terjerat ketergantungan bertahun-tahun, keluar-masuk jerat kehidupan gelap, hingga akhirnya memutuskan menjalani rehabilitasi setelah bebas dari penjara pada 2023."Saya pecandu sabu sejak tahun 1999. Tahun 2023 saya tertangkap, lalu bebas. Saat bebas, saya berniat untuk berhenti total, namun cobaan, godaan sangat besar. Maka saya putuskan untuk mengikuti rehab selama tiga bulan di sini," kata residen yang enggan disebutkan namanya saat diwawancarai Kompas.com di Rumah Rehab BNNP Bengkulu di Jalan Sukamaju, Kelurahan Padang Serai, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, Senin .Baca juga: Kasus Penculikan Bilqis: 9 Pertanyaan yang Akhirnya Dijawab Suku Anak DalamPria ini berkisah bahwa tekad berhenti total justru semakin kuat setelah berdiskusi dengan istrinya, yang akhirnya mengantarnya mengikuti program rehabilitasi tiga bulan di BNNP Bengkulu.Selama menjalani rehab, ia justru mendapati pengalaman yang jauh berbeda dari bayangannya yang penuh ketakutan.Baca juga: Sosok Rugaiya Usman, Istri Wiranto yang Telah Meninggal DuniaDisiplin ketat, rutinitas teratur, hingga lingkungan yang mendukung membuatnya perlahan lepas dari ketergantungan. Bahkan, ia sudah tidak lagi merokok.“Dua minggu lagi saya pulang. Selama tiga bulan kami ditempa secara disiplin, selama itu pula tidak ada rasa ingin mencicipi sabu,” katanya.Ia juga menyebut banyak residen lain yang berhasil berhenti merokok total.Ia kini menyiapkan diri kembali ke rumah, membangun kehidupan baru, dan memberikan waktu serta perhatian penuh kepada keluarga.“Anak-anak saya sudah besar, ada yang kuliah. Saya total akan merawat keluarga yang selama ini mungkin kurang kasih sayang dari saya,” ujarnya.Di rumah rehab BNNP Bengkulu, sekitar 45 residen dengan latar belakang berbeda. Mulai dari pengusaha, ASN, lajang, hingga yang sudah berkeluarga mengikuti program pemulihan.Wajah mereka tampak segar, rapi, dan penuh semangat saat mengikuti kegiatan bersama Sekretaris Utama Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Tantan Sulistyana yang berkunjung pada Senin pagi.Sebagian besar residen merupakan mantan pengguna sabu yang kini sedang membangun kembali hidup mereka."Saya menggenal sabu sejak tahun 2000, sekarang berhenti," kata salah seorang residen menjawab pertanyaan Tantan.Secara nasional, BNN mencatat sekitar 30.000 warga tengah menjalani rehabilitasi untuk lepas dari ketergantungan narkoba.“Kalau di bawah naungan BNN ada sekitar 1.400 orang. Namun, kalau kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait jumlahnya 30.000 orang,” ujar Tantan.BNN juga mulai mengembangkan layanan baru berupa bimbingan konseling rehab secara daring.“Kami sedang membuka layanan rehab konseling baru yakni dengan cara virtual,” ucapnya.


(prf/ega)