Operasional Terra Drone Dihentikan usai Kebakaran, Karyawan Masih Dirumahkan

2026-01-15 09:03:52
Operasional Terra Drone Dihentikan usai Kebakaran, Karyawan Masih Dirumahkan
JAKARTA, - Operasional PT Terra Drone Indonesia berhenti usai kebakaran gedung di Cempaka Putih, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa .Human Resource Business Partner Terra Drone, Umaidi Suhari, mengatakan, saat ini para karyawan masih dirumahkan.“Operasional kantor saat ini masih berhenti,” kata Umaidi saat ditemui di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Rabu .Baca juga: Kelayakan Gedung Terra Drone Disorot Usai Kebakaran Tewaskan 22 OrangPihak manajemen belum memutuskan langkah lanjutan lagi. Mereka masih fokus pada penanganan korban tewas maupun selamat.Menurut dia, pihaknya juga belum menghitung kerugian yang dialami dari kejadian ini.“Belum (hitung kerugian), kami masih fokus pada keluarga korban (tewas),” kata dia.Untuk karyawan yang selamat dari kebakaran, pihak manajemen menyediakan layanan psikologis.Tujuannya agar karyawan dapat memulihkan kondisi mental mereka setelah kebakaran.“Teman-teman kami yang selamat dalam keadaan yang memang masih terguncang, syok, dan lain-lain. Dari Terra Drone kami sudah menyiapkan psikolog untuk nantinya bisa cover mereka punya emosional,” jelas Umaidi.Baca juga: Manajemen Terra Drone: Kami Sewa Gedung 2 Tahun, Ada Lift dan TanggaSementara untuk korban tewas, manajemen memenuhi hak korban sesuai regulasi yang berlaku seperti BPJS, JMK (Jaminan Kematian), JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) hingga santunan duka.“Tidak bisa menggantikan sosok teman kami yang sudah berpulang, tapi at least bisa mengurangi sedikit kepedihan dari keluarga yang dirasakan ya,” tutur Umai.Pihak manajemen melalui Umai juga berencana mendatangi rumah duka korban satu per satu untuk menyampaikan santunan duka.Sebelumnya, kebakaran terjadi di Gedung Kantor Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Selasa.Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta menyebutkan, kebakaran di Gedung Terra Drone mulai diketahui sejak pukul 12.43 WIB.Tim Damkar kemudian meluncur ke lokasi kejadian dan mulai melakukan pemadaman pada pukul 12.50 WIB.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-15 08:01