ACEH UTARA, - Sebanyak 13 desa di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, terdampak banjir bandang. Warga meyakini masih banyak korban banjir yang belum ditemukan.Akses jalan menuju kawasan tersebut dipenuhi lumpur setinggi sekitar satu meter sehingga menyulitkan kendaraan untuk masuk. Namun, lokasi masih dapat dilalui kendaraan berbadan besar.Armiadi, salah seorang warga, menyebut bau menyengat mulai tercium di beberapa titik di Kecamatan Sekerak."Kami menyakini masih banyak jenazah yang belum ditemukan di tumpukan puing-puing bekas banjir," kata Armiadi, melalui telepon, Minggu .Baca juga: Menanti Sanksi Mendagri bagi Bupati Aceh Selatan yang Umrah di Tengah BencanaDia menyarankan relawan untuk lebih fokus membantu wilayah pedalaman karena kondisi di pusat kota relatif lebih baik dibanding daerah terpencil."Jika ada relawan, baiknya ke pedalaman. Agar bisa mencari manyat di sana," katanya.Menurut Armiadi, kebutuhan mendesak di seluruh lokasi pengungsian meliputi bahan pangan, air bersih, obat-obatan, dan tenda pengungsian."Seluruhnya belum memadai. Namun di Sekerak sama sekali nyaris tidak ada bantuan," ujarnya.Banjir dilaporkan melanda sedikitnya 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Sejumlah korban masih dalam pencarian, ribuan rumah rusak, dan beberapa fasilitas umum dilaporkan lumpuh.
(prf/ega)
Bau Menyengat Tercium, Warga: Masih Banyak Mayat Korban Banjir Belum Ditemukan di Aceh Tamiang
2026-01-11 22:44:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:43
| 2026-01-11 22:11
| 2026-01-11 21:15
| 2026-01-11 20:56










































