Presiden Instruksikan Percepatan, Pencarian 14 Korban Hilang Longsor Cilacap Diperketat

2026-01-12 04:04:34
Presiden Instruksikan Percepatan, Pencarian 14 Korban Hilang Longsor Cilacap Diperketat
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa penanganan tanggap darurat tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.Langkah ini diambil setelah Presiden Prabowo Subianto memberi instruksi langsung agar seluruh proses evakuasi dipercepat dan dikoordinasikan dengan baik."Presiden menyampaikan turut berduka. Beliau memerintahkan BNPB untuk bergerak ke lapangan dan membantu menyelesaikan penanganan longsor di Majenang hingga masa tanggap darurat selesai," kata Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu dikutip dari Antara.Baca juga: Pasca Diguyur Hujan, Area Longsor Cibeunying Cilacap Jadi BuburDalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap, BNPB memastikan bahwa sebanyak 512 personel gabungan dikerahkan. Mereka terdiri atas Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, dan relawan dari berbagai organisasi.Selain itu, jumlah alat berat juga ditambah menjadi delapan unit, ditambah dengan anjing pelacak (K9) yang diturunkan untuk mempercepat pencarian di titik-titik rawan.Pada hari ketiga setelah longsor, alat berat terus diterjunkan untuk membantu proses evakuasi. Tim gabungan juga terus berupaya mencari 14 korban yang masih hilang di wilayah permukiman yang tertimbun.Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan bahwa setiap hari operasi pencarian dilakukan mulai pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB."Awalnya sudah ada dua unit alat berat, lalu dua unit didatangkan lagi. Kemudian pada Sabtu, tiga unit alat berat tambahan diterjunkan ke lokasi. Tidak menutup kemungkinan akan ditambah lagi untuk mempercepat pencarian korban," ujarnya.Baca juga: Hari Keempat Longsor Cibeunying Cilacap, Alat Berat Ditambah, Area Pencarian Korban DipersempitCuaca menjadi tantangan terbesar. Hujan deras yang turun pada Sabtu sempat menghentikan proses pencarian sementara karena kondisi yang membahayakan."Perubahan cuaca tentu akan ada bahaya. Maka biasanya pencarian dihentikan dulu. Tanahnya juga jadi lembek. Situasinya di lapangan begitu," ujar Bergas.Di sisi lain, area sekitar lokasi longsor sudah diamankan dan ditutup untuk umum agar tim gabungan bisa bekerja lebih fokus dan mengurangi potensi risiko tambahan.Bergas memastikan bahwa kebutuhan dasar warga terdampak sudah terpenuhi melalui dapur umum dan pos kesehatan yang beroperasi untuk warga maupun petugas SAR.Hingga Sabtu siang, enam korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan masih dalam proses identifikasi.Baca juga: Longsor Cibeunying Cilacap, Gubernur Luthfi Minta Daerah Rawan WaspadaSementara itu, masih ada 14 warga lainnya yang belum ditemukan di dua lokasi utama pencarian, yakni Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut.Sejumlah warga memilih mengungsi ke rumah kerabat mereka di desa sekitar. Jumlah pengungsi bersifat fluktuatif karena beberapa warga hanya bermalam di tempat aman dan kembali beraktivitas pada siang hari.


(prf/ega)