- Krisis iklim global kini memasuki tahap yang mengkhawatirkan.Menurut studi terbaru, dunia diprediksi akan kehilangan ribuan Gletser Mencair setiap tahun dalam waktu dekat.Fenomena ini bukan hanya meningkatkan kenaikan permukaan laut secara dramatis, tetapi juga mengancam sumber air bersih bagi miliaran penduduk dunia.Saat ini, sekitar 1.000 gletser menghilang setiap tahun.Diproyeksikan, laju kehilangan ini dapat meningkat menjadi 3.000 gletser per tahun secepatnya pada tahun 2040, bahkan jika semua negara berhasil memenuhi target pemotongan emisi karbon yang telah ditetapkan.Baca juga: BERITA FOTO: Perubahan Drastis Alpen, Gletser Swiss Kehilangan Seperempat Es dalam 10 TahunDalam studi yang dipublikasikan di Nature Climate Change, Lander Van Tricht dari ETH Zurich, Swiss, dan rekan-rekannya menggunakan model iklim untuk memprediksi nasib 211.000 gletser dunia.Hasilnya menunjukkan ancaman yang sangat nyata bagi planet kita.Di bawah kebijakan iklim saat ini, yang menempatkan dunia pada jalur pemanasan 2,7 derajat Celsius di atas suhu pra-industri, studi memproyeksikan 79 persen dari seluruh gletser dunia akan hilang pada tahun 2100.Kerugian ini sangat sensitif terhadap tingkat pemanasan:David Rounce dari Carnegie Mellon University, yang turut mengerjakan studi tersebut, menekankan bahwa tindakan kita masih bisa membuat perbedaan besar.“Kita akan kehilangan banyak gletser kita, tetapi kita juga memiliki kemampuan untuk mempertahankan banyak dari mereka,” kata David Rounce dikutip New Scientist.Dampak Gletser Mencair ini sangat luas.Proyeksi menunjukkan bahwa pencairan gletser akan mendongkrak kenaikan permukaan laut sebanyak 25 sentimeter abad ini.Lebih lanjut, pencairan es mengurangi suplai air di musim kemarau yang sangat penting bagi irigasi banyak wilayah.Diperkirakan dua miliar orang tinggal di cekungan drainase yang dialiri oleh salju dan es pegunungan, banyak di antaranya bergantung pada sungai yang berhulu di gletser Himalaya.
(prf/ega)
Studi Ungkap Dunia Kehilangan 3.000 Gletser Tiap Tahun Jelang 2040, Ini Dampaknya
2026-01-12 05:24:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:28
| 2026-01-12 03:51
| 2026-01-12 03:03
| 2026-01-12 02:48










































