Soal Proyek Tanggul Laut Raksasa di Pantura, Menko AHY: Jangan Bayangkan Semua Jadi Beton

2026-01-12 04:29:36
Soal Proyek Tanggul Laut Raksasa di Pantura, Menko AHY: Jangan Bayangkan Semua Jadi Beton
SEMARANG, - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan blueprint proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall di Pantai Utara (Pantura) Jawa sedang dimatangkan agar dapat menjadi acuan.Ia memastikan, pembangunan tanggul raksasa tak akan mengubah seluruh garis Pantura menjadi dinding beton."Pada prinsipnya kita akan mengombinasikan berbagai pendekatan. Jadi pembangunan tanggul pantai, termasuk juga solusi yang lebih alami, termasuk menggunakan mangrove dan lain sebagainya, akan menjadi bagian dari konsep yang terintegrasi dan komprehensif," kata AHY usai memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Kamis .Menurut AHY, karakter setiap wilayah berbeda dan membutuhkan solusi yang sesuai dengan kondisi lapangan.Baca juga: Soal Bangun Giant Sea Wall, AHY Ogah Grasa-grusu"Jangan dibayangkan semuanya akan menjadi beton. Nanti ada bagian-bagian paling parah, tidak bisa digunakan solusi lain, tentu kita akan membangun beton yang tinggi. Tetapi yang lainnya masih bisa menggunakan pendekatan lain, hybrid sea wall," tuturnya.AHY menyebut tanggul laut Pantura tidak hanya terdiri dari beton saja. Tetapi, perlu ada integrasi dengan sistem drainase, kawasan pesisir, dan transportasi."Kami, bersama dengan Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, yang dipimpin oleh Laksamana (Madya TNI Purn) Didit, berusaha untuk membangun kolaborasi dan sinergi yang baik, karena untuk menyempurnakan blueprint giant sea wall itu membutuhkan proses dan juga penelitian yang komprehensif," katanya.Baca juga: Prabowo: Tanggul Laut Pantura Jawa Akan Selamatkan 50 Juta Rakyat Dia menyampaikan proyek besar yang juga akan memakan alokasi anggaran yang signifikan. Bahkan proyek giant sea wall Pantura Jawa itu melibatkan 17 kementerian/lembaga."Belum lagi bicara harus dilakukan harmonisasi antara perencanaan pemerintah pusat dengan pemerintah di daerah, baik itu provinsi maupun kabupaten/kota. Karena kan banyak yang terlibat di situ," lanjutnya.AHY juga belum dapat mengungkap skema pendanaan proyek tersebut, mengingat blueprint pembangunan giant sea wall Pantura Jawa masih disempurnakan.Baca juga: Saat AHY Jadi Sasaran Ibu-ibu di Benteng Fort Willem 1 "Untuk pendanaan masih dikaji," ujarnya.


(prf/ega)