Pakubuwono XIII: Profil dan Sejarah Gelarnya

2026-01-12 11:58:53
Pakubuwono XIII: Profil dan Sejarah Gelarnya
— Minggu pagi, 2 November 2025, kabar duka datang dari Surakarta. Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, wafat pada usia 77 tahun.Kabar berpulangnya sang raja disampaikan pihak keraton sekitar pukul 07.30 WIB dan segera menyebar ke seluruh penjuru kota. Sejumlah abdi dalem, kerabat, dan masyarakat berdatangan ke keraton untuk memberi penghormatan terakhir.Bagi warga Surakarta, sosok Pakubuwono XIII bukan sekadar pemimpin spiritual. Ia adalah simbol keteguhan tradisi Jawa di tengah arus modernitas, seorang penjaga budaya yang memimpin keraton dalam masa penuh ujian.Baca juga: Keraton Yogyakarta Dipimpin Raja (Ratu) Perempuan?Pakubuwono XIII lahir pada 28 Juni 1948 dengan nama kecil Gusti Raden Mas (GRM) Suryadi, putra tertua dari Pakubuwono XII dan Kanjeng Raden Ayu Pradapaningrum. Karena kerap sakit-sakitan semasa kecil, namanya kemudian diganti menjadi GRM Suryo Partono.Sejak muda, ia menunjukkan ketertarikan pada kebudayaan dan sejarah keraton. Ia aktif di berbagai bidang, di antaranya menjabat sebagai Pangageng Museum Keraton Surakarta, posisi penting yang membuatnya terlibat langsung dalam pelestarian pusaka dan arsip sejarah Kasunanan.Pada 1985, ketika kebakaran besar melanda Keraton Surakarta, Hangabehi, sapaan akrabnya kala itu, turun langsung memimpin penanganan krisis. Banyak pusaka penting berhasil diselamatkan berkat kepemimpinannya.Atas jasanya, sang ayah, Pakubuwono XII, menganugerahkan penghargaan tertinggi Bintang Sri Kabadya I, yang hanya diterima olehnya di antara seluruh putra raja.Sebelum naik tahta, ia juga sempat bekerja di Caltex Pacific Indonesia di Riau dan kemudian menetap di Jakarta. Di luar aktivitas formalnya, Hangabehi dikenal gemar musik dan teknologi, bahkan aktif dalam Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI).Baca juga: Mubeng Beteng, Tradisi Malam 1 Suro Keraton YogyakartaKOMPAS/NINO CITRA ANUGRAHANTO Raja Keraton Kasunanan Surakarta Pakubuwono XIII (duduk di kuris kiri) berfoto bersama istrinya, GKR Pakubuwono XIII (duduk di kursi kanan), serta anaknya, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Purbaya (ketiga dari kiri), seusai acara Tingalan Dalem Jumenengan Pakubuwono XIII yang ke-18, di Keraton Kasunanan Surakarta, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu . Dalam kesempatan itu, KGPH Purbaya juga dinobatkan sebagai putra mahkota dari kerajaan tersebut. Penobatan itu seiring dengan pengukuhan ibunya sebagai permaisuri sang raja.Melalui keputusan adat (paugeran) pada 1979, GRM Suryo Partono ditetapkan sebagai putra mahkota dengan gelar Kangjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Hangabehi. 


(prf/ega)