Tingkatkan Kualitas, BP Tapera Buat Katalog Kontraktor Rumah Subsidi

2026-01-31 11:44:52
Tingkatkan Kualitas, BP Tapera Buat Katalog Kontraktor Rumah Subsidi
JAKARTA, - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) membocorkan platform e-katalog kontraktor yang nantinya akan dibuat merupakan usulan dari pengembang."Itu kan masukkan juga dari teman-teman asosiasi," jelas Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho di kantornya, Jakarta, Selasa .Tujuan katalog bagi kontraktor yaitu meningkatkan kualitas rumah subsidi ke depan. Karena, perlu dipertimbangkan assessment (persetujuan) atau sertifikasi standarisasi kontraktor-kontraktor yang selama ini mendukung pembangunan rumah subsidi para pengembang.Katalog kontraktor diperlukan, karena tidak semua pengembang membangun sendiri, banyak di antara mereka menggunakan jasa kontraktor.Jika kontraktor beres disertifikasi, tentu mereka memiliki kualifikasi dan standar tertentu, bersamaan dengan rumah contoh yang pernah dibangun.Baca juga: Mengenal SiPetruk, SiKasep dan SiKumbang, Aplikasi Perumahan SubsidiSkema selanjutnya yang akan dilakukan adalah dengan memasukkan para kontraktor bersertifikat tersebut ke dalam e-katalog.Hal ini tentunya akan mendorong pilihan bagi pengembang untuk bisa menggunakan kontraktor tersertifikasi yang sudah dijamin BP Tapera untuk membangun rumah subsidi sesuai standar dan kualitas yang ditetapkan.Heru menambahkan, penilaian yang akan dilakukan BP Tapera dari sisi kualitas rumah yang dibangun, ketepatan sasaran, serta keterhunian suatu perumahan."Apakah kualitas pembangunannya enggak bagus, apakah lokasinya juga enggak bagus, kemudian juga prasarana utilitasnya juga enggak bagus, lokasi yang enggak bagus misalkan banjir, dekat dengan tanah longsor misalkan, itu kan seharusnya saat ini yang berjalan seperti itu," tutur dia.Sebetulnya, fitur khusus untuk mengawasi kontraktor telah dibuat Mantan Direktur Utama (Dirut) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin yakni Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk).Sistem tersebut saat ini sedang diadopsi kembali BP Tapera bersama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kawasan Permukiman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).Baca juga: SiPetruk Bantu Pengembang Pantau Perumahan yang Dibangun Kontraktor"Namun demikian kan teman-teman pengembang masih ada kekhawatiran juga ketika diimplementasikan, itu justru menjadikan beban bagi teman-teman, karena banyak sekali foto-foto per tahapan konstruksi rumah subsidi itu yang harus di-upload (diunggah)," tutur Heru.Sejauh ini, BP Tapera tengah menyederhanakan SiPetruk agar hanya butuh komponen-komponen utama yang diunggah agar menjadi suatu keyakinan bahwa kualitas pembbangunan ruma subsidi sudah bagus."Contohnya dari sisi tulangan besinya, dari sisi fondasinya. (Tetap diteruskan?) Kita sih ingin diterusin, tapi itu harus di-disikat lagi ya, dengan Kementerian (PKP). Itu sebenarnya kalau e-katalog untuk kontraktor itu, itu cukup perluasan fitur dari SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang) saat ini saja," tandasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-31 11:31