3 Alasan Israel Akui Somaliland, Siasat untuk Relokasi Gaza?

2026-01-12 05:53:51
3 Alasan Israel Akui Somaliland, Siasat untuk Relokasi Gaza?
TEL AVIV, - Israel resmi menjadi negara pertama yang mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat. Pengakuan ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Jumat .Somaliland, wilayah yang memisahkan diri dari Somalia sejak 1991, selama ini belum pernah diakui secara internasional sebagai negara merdeka.Meski demikian, wilayah ini menjalankan pemerintahan sendiri dan memiliki sistem politik yang relatif stabil dibanding Somalia.Baca juga: Israel Jadi Negara Pertama yang Mengakui SomalilandPengakuan Israel terhadap Somaliland memicu respons beragam dari sejumlah pihak, mulai dari kecaman negara-negara di kawasan hingga spekulasi soal kepentingan strategis Israel di kawasan Tanduk Afrika.AFP/EYAD BABA Pengungsi Palestina membawa barang-barang mereka menuju selatan, melewati jalan di kamp pengungsian Nuseirat di Gaza Tengah, setelah Israel memerintahkan evakuasi sebelum kembali menyerang pada Selasa .Salah satu alasan di balik keputusan Israel disebut-sebut berkaitan dengan relokasi pengungsi dari Jalur Gaza.Dalam beberapa bulan terakhir, Somaliland dikabarkan siap menjadi tujuan relokasi sementara bagi warga Gaza.Bahkan, para pejabat Somaliland menyatakan kesediaan menampung hingga satu juta warga Palestina, meskipun belum ada kesepakatan resmi yang diumumkan.Langkah ini langsung ditolak oleh Otoritas Palestina (PA). Melalui akun resmi di platform X (sebelumnya Twitter), PA menyebut pengakuan terhadap Somaliland sebagai bagian dari skenario pengusiran paksa rakyat Palestina dari Gaza.PA juga memperingatkan Somaliland agar tidak terlibat dalam rencana tersebut.Baca juga: Perbedaan Somalia dan Somaliland, Wilayah yang Baru Saja Diakui IsraelAFP/MOHAMMED HUWAIS Warga Yaman memegang senjata sambil menaiki sepeda motor yang melindas gambar bendera Inggris di jalanan beraspal Ibu Kota Sana'a yang dikuasai Houthi, 29 Februari 2024.Selain itu, lokasi geografis Somaliland yang dekat dengan wilayah kekuasaan kelompok Houthi di Yaman disebut menjadi alasan strategis lainnya bagi Israel.Menurut laporan kantor berita AFP, pengaruh Israel di kawasan ini dapat memperkuat posisinya di wilayah Laut Merah, yang menjadi jalur perdagangan dan perairan strategis.“Israel membutuhkan sekutu di kawasan Laut Merah karena banyak alasan strategis, di antaranya kemungkinan kampanye ke depan melawan Houthi,” demikian pernyataan dari Institut Studi Keamanan Nasional (INSS) dalam makalah bulan lalu.Laporan itu juga menyebut bahwa Mossad, badan intelijen Israel, telah membangun jaringan rahasia di Somaliland selama bertahun-tahun, termasuk menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh penting di wilayah tersebut.Israel diketahui beberapa kali melancarkan serangan ke wilayah Yaman sebagai respons atas serangan rudal dan drone dari kelompok Houthi sejak pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023.Namun, kelompok Houthi dilaporkan menghentikan serangannya setelah gencatan senjata Gaza yang rapuh diberlakukan pada Oktober 2025.Baca juga: Siapa Houthi Yaman? Kenapa Sekarang Diserang AS dan Inggris?


(prf/ega)