- Robi Sugianto (51), kernet bus PO Cahaya Trans, masih terbaring lemah di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Adhyatma MPH (Tugurejo), Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah.Pria asal Bumiayu, Kabupaten Brebes, itu mengalami patah tulang kaki kanan akibat kecelakaan maut di exit Tol Krapyak, Semarang, Senin dini hari.Kaki kanan Robi tampak bengkak dan dibalut perban tebal, sementara bagian kepalanya juga diperban. Meski menahan nyeri hebat, kondisi kesadarannya masih penuh.Ia ditemani keluarga yang setia berada di samping tempat tidur, dengan wajah cemas dan penuh harap akan kesembuhannya.Siang itu, petugas Jasa Raharja terlihat mendatangi Robi dan keluarganya untuk memastikan proses pendataan dan pendampingan korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans berjalan sesuai prosedur.Baca juga: Bus PO Cahaya Trans Tetap Beroperasi Usai Kecelakaan Maut di Tol Krapyak yang Tewaskan 16 OrangDengan suara pelan dan terputus-putus, Robi berusaha mengingat kembali detik-detik sebelum kecelakaan bus maut yang merenggut nyawa belasan penumpang tersebut.“Busnya tiba-tiba miring ke kanan. Saya nemenin sopir, saya kernetnya. Duduk di paling depan,” kata Robi sambil meringis kesakitan.Menurut Robi, peristiwa itu terjadi begitu cepat hingga ia tak sempat memahami apa yang sebenarnya terjadi. Dalam hitungan detik, kondisi bus berubah drastis.“Setelah bus miring ke kanan, langsung nabrak pembatas jalan. Saya sadar sebentar, sudah tergeletak di tengah jalan. Kaki rasanya sakit sekali,” imbuhnya.Kesadaran Robi sempat hilang timbul. Saat ia kembali membuka mata, suasana sudah berubah dan dirinya telah berada di rumah sakit.“Tiba-tiba bangun sudah di rumah sakit ini. Sekarang kaki kanan patah, tidak bisa duduk. Kepala juga sakit, masih nyeri,” ujar Robi.Baca juga: Cerita Kernet Bus Cahaya Trans soal Kecelakaan: Bus Tiba-tiba Miring ke KananKecelakaan tunggal bus PO Cahaya Trans tersebut terjadi di Simpang Susun Krapyak, ruas Tol Kota Semarang, sekitar pukul 00.45 WIB.Bus yang melaju dari Bogor menuju Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu diduga melaju tak terkendali sebelum akhirnya menghantam pagar pembatas jalan.Dari total korban, sebanyak 15 orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara satu korban lainnya meninggal saat menjalani perawatan medis di RS Tugu, Kota Semarang.Dengan demikian, total korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus Tol Krapyak ini mencapai 16 orang.
(prf/ega)
“Bus Langsung Nabrak Pembatas”, Kesaksian Kernet Bus Cahaya Trans Saat Kecelakaan di Tol Krapyak
2026-01-12 04:17:15
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:16
| 2026-01-12 04:02
| 2026-01-12 03:55
| 2026-01-12 02:54










































