KUALA LUMPUR, – Dua petarung muda dari Malaysia dan Indonesia terlibat perkelahian saat menghadiri konferensi pers Warzone World Championship (WWC).Insiden tersebut terjadi menjelang WWC International Influencer Super Lightweight Championship yang dijadwalkan berlangsung pada 6–7 Desember mendatang.Rekaman yang memperlihatkan kedua petarung saling beradu argumen dengan nada tinggi itu segera menyebar luas dan menarik perhatian publik di kedua negara. Namun di tengah sorotan publik, muncul fakta bahwa ajang tersebut ternyata belum mendapatkan izin resmi dari pemerintah Malaysia.Baca juga: Petarung UFC Ini Hentikan Pria Bersenjata Sekali Tekuk dengan Pitingan LeherMenanggapi kontroversi tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia (KBS) mengonfirmasi bahwa Warzone World Championship belum mendapat persetujuan dari pihak berwenang.Dalam pernyataannya, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Hannah Yeoh, menjelaskan bahwa setiap kegiatan olahraga, khususnya yang melibatkan peserta internasional, wajib memperoleh izin dari Commissioner of Sports Malaysia sesuai dengan Sports Development Act 1997 [Act 576].“Penyelenggara yang tidak mematuhi peraturan ini dapat dikenakan sanksi sesuai Pasal 36 UU 576. Kementerian menghimbau semua pihak untuk mematuhi peraturan yang berlaku guna menjaga integritas, keselamatan, dan citra olahraga nasional,” ujar Hannah Yeoh.Baca juga: Petarung MMA Penuh Tato Ini Buat Lawannya KO Hanya dalam 7 DetikSetelah menuai kritik, pihak penyelenggara WWC akhirnya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.Dalam pernyataan resminya, mereka mengakui telah melakukan kesalahan, termasuk menimbulkan kesan yang salah terhadap niat penyelenggaraan acara serta memberikan contoh buruk bagi penonton muda.WWC juga mengumumkan akan menangguhkan sementara seluruh petarung di bawah umur serta melakukan peninjauan ulang terhadap pedoman keselamatan, kontrol, dan promosi agar sesuai dengan regulasi olahraga nasional.“Kami menerima kritik dengan hati terbuka dan akan segera mengambil tindakan perbaikan. Semua petarung influencer dan peserta baru dalam cabang olahraga bela diri kini harus memenuhi kualifikasi dasar serta standar yang ditetapkan oleh badan olahraga resmi demi memastikan profesionalisme dan keselamatan,” tulis pihak WWC dalam pernyataannya.Organisasi tersebut menutup pernyataannya dengan janji bahwa seluruh kegiatan WWC di masa mendatang akan diselenggarakan dengan lebih hati-hati, profesional, dan sejalan dengan etika olahraga yang benar.Baca juga: Sudah Pingsan, Petarung MMA Ini Tetap Dipukuli Lawannya 12 Kali sampai Babak Belur
(prf/ega)
Petarung Indonesia dan Malaysia Berkelahi Saat Konferensi Pers
2026-01-12 06:16:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:16
| 2026-01-12 05:57
| 2026-01-12 05:26
| 2026-01-12 05:09
| 2026-01-12 04:44










































