– Perjalanan panjang sejarah kereta api di Indonesia menyimpan kisah menarik, mulai dari masa kolonial hingga era digital saat ini. Dari cara membeli tiket, fasilitas gerbong, hingga mesin lokomotif, semuanya telah mengalami perubahan besar.Buku “Mengenal Perkembangan Kereta Api dan Penerbangan di Indonesia” mencatat sejumlah perbedaan mencolok antara kereta api zaman dulu dan sekarang.Inilah perubahan besar yang membuat pengalaman naik kereta api kini jauh lebih aman, nyaman, dan modern.Pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, panjang lintasan kereta api di Indonesia mencapai 8.159 kilometer, tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera. Seluruh jalur itu aktif digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang.Kini, jalur aktif hanya tersisa sekitar 3.300 kilometer, dengan 2.140 kilometer di antaranya membentang dari Banten hingga Madura.Sebagian jalur dinonaktifkan karena kerusakan akibat bencana atau kalah bersaing dengan moda transportasi darat lainnya yang lebih cepat dan padat penumpang.Baca juga: Kampung-kampung Tanpa Matahari di Bawah Rel-rel Kereta JakartaRisiko kecelakaan tinggi, namun banyak yang tetap nekat demi bisa sampai ke tujuan.Kini, aturan perjalanan semakin ketat. Setiap penumpang wajib memiliki tempat duduk sesuai tiket yang dipesan. Tidak ada lagi kereta penuh sesak seperti dulu. Naik kereta api kini jauh lebih aman dan nyaman.digitalcollections.universiteitleiden Foto Mahasiswa Perkeretaapian Negara di Jawa tahun 1925Sekitar tahun 1900-an, membeli tiket kereta bukan perkara mudah. Calo berkeliaran di stasiun menjual tiket dengan harga tinggi kepada penumpang yang tak ingin antre.Kini, sistem telah berubah total. Tiket kereta dapat dipesan secara online hingga H-90 sebelum keberangkatan, baik melalui aplikasi KAI Access maupun mitra resmi lainnya.Langkah ini tidak hanya memudahkan penumpang, tapi juga menghilangkan praktik percaloan yang dulu marak di area stasiun.Baca juga: 7 Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia, dari Semarang Tawang hingga Solo BalapanDi era 1980–1990-an, pedagang asongan dan pengamen bebas keluar masuk gerbong menawarkan makanan, minuman, hingga mainan. Suasana bising menjadi hal biasa di perjalanan kereta kala itu.Kini, kereta api bebas dari pedagang asongan. Sebagai gantinya, tersedia pramugara dan pramugari kereta yang melayani kebutuhan penumpang, mulai dari makanan, minuman, selimut, hingga bantal.Kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama PT KAI dalam setiap perjalanan.Dulu, klakson keras disusul dengan kepulan asap hitam pekat dari lokomotif uap menjadi pemandangan khas di setiap stasiun. Kini, pemandangan itu sudah langka.Sebagian besar kereta api di Indonesia menggunakan mesin diesel dan tenaga listrik. Hanya beberapa lokomotif uap yang masih dioperasikan, itu pun untuk kereta wisata di sejumlah museum kereta api seperti di Ambarawa, Jawa Tengah.Baca juga: Jadwal Pembelian Tiket Kereta Api Libur Nataru 2025/2026
(prf/ega)
Dulu dan Sekarang, Begini Perubahan Besar Kereta Api Indonesia dari Zaman Kolonial hingga Era Modern
2026-01-11 03:21:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:28
| 2026-01-11 03:15
| 2026-01-11 02:47
| 2026-01-11 02:14
| 2026-01-11 02:06










































