Rencana Parkir Digital di Surabaya, Paguyuban Juru Parkir Permasalahkan Bagi Hasil

2026-01-15 05:53:51
Rencana Parkir Digital di Surabaya, Paguyuban Juru Parkir Permasalahkan Bagi Hasil
SURABAYA, - Paguyuban Jukir Surabaya (PJS) berharap, kepada Wali Kota, Eri Cahyadi memikirkan kesejahteraan anggotanya. Sebelum mengubah parkir konvensional ke digital.Wakil Ketua PJS, Feri Fadli mengatakan, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pertama, mengeluarkan peraturan parkir yang jelas.“Jangan sampai memunculkan aturan abu-abu. Seperti kasus toko modern, katanya digaji yang layak tapi ada yang Rp 300.000 sampai Rp 700.000,” kata Feri, di Jalan Jimerto, Kamis .Baca juga: Pemkot Surabaya Akan Terapkan Parkir Digital, Paguyuban Juru Parkir: Ubah Dulu PerdanyaKemudian, Feri juga ingin, Pemkot Surabaya memikirkan kesejahteraan anggotanya.Seperti, menggunakan sistem bagi hasil dengan persentase yang tidak merugikan pihak jukir.“Bagi hasil harus lebih banyak untuk jukir, misalnya jukirnya 80 persen terus pemerintah 20 persen. Biar enggak terlalu jomplang, karena kalau (kendaraan) hilang jukirnya yang ganti,” ucapnya.Selanjutnya, dia berharap, kebijakan Pemkot Surabaya tidak menambah angka pengangguran.Sebab, banyak jukir yang hanya mendapatkan uang ketika diminta bantuan.“Kalau sistem gaji terus jukir pembantu bagaimana. Yang diakui oleh Dishub ada 1.370 titik parkir tepi jalan umum, ditambah per titik minimal dua orang itu sudah berapa ribu,” jelasnya.Baca juga: Kisah Nanik Sutarni, Nenek 71 Tahun di Solo Jadi Juru Parkir Agar Badan Tetap Bugar“Jukir pembantu itu juga punya KTA dari Dishub, ini yang harus jelas dulu aturannya. Kalau sistem gaji, siapa yang digaji? Kalau hanya jukir utama jelas PJS menolak,” tambahnya.Feri mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Pemkot Surabaya.Sehingga, mereka bisa menyampaikan keresahan terkait perubahan sistem parkir tersebut.“Kemarin kami sudah kirim surat, semoga cepat diundang untuk membahas perihal parkir ini. Sebentar lagi sudah 2026, mudah-mudahan kami segera diundang sebelum Tahun Baru,” kata dia.Baca juga: Jukir Liar Ragu Jadi Petugas Resmi Parkir Digital, Tak Mau Gaji di Bawah UMRDiberitakan sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi berencana wajibkan parkir digital untuk tempat usaha di tahun depan agar tidak ada masalah antara jukir dengan pengusaha.Sempat ramai di media sosial, restoran di Surabaya mengganti sistem parkirnya menggunakan digital.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-01-15 05:41