Zelensky Sebut AS Tawarkan Jaminan Keamanan 15 Tahun untuk Ukraina

2026-01-11 22:45:31
Zelensky Sebut AS Tawarkan Jaminan Keamanan 15 Tahun untuk Ukraina
KYIV, - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan, Amerika Serikat (AS) menawarkan jaminan keamanan selama 15 tahun untuk negaranya.Pernyataan itu disampaikannya pada Senin usai bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump di Florida."Tanpa jaminan keamanan, perang ini tidak dapat dianggap benar-benar berakhir," ujarnya, dikutip dari AFP, Senin."Kita tidak dapat mengakui bahwa perang ini telah berakhir, karena dengan negara tetangga seperti itu masih ada risiko agresi baru," sambungnya.Baca juga: Paus Leo XIV Serukan Perdamaian Global, Soroti Ukraina–Rusia agar Berani BerdialogMenurutnya, jaminan keamanan itu bisa diperpanjang lebih dari 15 tahun. Sebab, masa itu terlalu singkat untuk Kyiv."Saya mengatakan kepadanya (Trump) bahwa kami benar-benar ingin mempertimbangkan kemungkinan jangka waktu 30, 40, 50 tahun," kata Zelensky."Presiden mengatakan dia akan memikirkannya," tambahnya.Ia menjelaskan, masalah wilayah dan masa depan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang diduduki Moskwa adalah bagian yang belum terselesaikan dari rencana untuk mengakhiri perang.Namun, Zelensky menganggap kehadiran pasukan internasional di Ukraina sebagai bagian penting dari jaminan yang telah ditolak Rusia.Kyiv berharap dapat mengadakan pertemuan dengan para pejabat Eropa dan AS di Ukraina dalam beberapa hari mendatang untuk membahas dokumen-dokumen guna mengakhiri konflik."Kesepakatan apa pun harus ditandatangani oleh Ukraina, Rusia, AS, dan Eropa," jelas dia.Baca juga: Staf Pemerintah Lawan KPK-nya Ukraina Saat Akan Geledah ParlemenSPUTNIK/ALEXANDER KAZAKOV via AFP Presiden Rusia Vladimir Putin ketika bertemu perwakilan Amerika Serikat untuk merundingkan perdamaian dengan Ukraina, di Kremlin, Moskwa, 2 Desember 2025.Zelensky menegaskan, pihaknya siap untuk pertemuan apa pun, termasuk dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin jika diperlukan.Akan tetapi, ia menganggap bahwa Putin masih belum menginginkan perdamaian dan menuduhnya menyesatkan Trump."Di satu sisi, dia mengatakan kepada Presiden AS bahwa dia ingin mengakhiri perang dan bahwa ini adalah keinginannya," tuturnya.


(prf/ega)