Perkuat Industri, Asosiasi Garmen dan Tekstil Perlu Kolaborasi Lintas Sektor

2026-01-12 05:20:59
Perkuat Industri, Asosiasi Garmen dan Tekstil Perlu Kolaborasi Lintas Sektor
JAKARTA, - Asosiasi Garment dan Tekstil Indonesia (AGTI) menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Kerja sama perlu dilakukan antara pengusaha dan pemerintah, juga antar-pelaku usaha.Ketua Umum AGTI Anne Patricia Sutanto mengatakan, jika kolaborasi berjalan baik, potensi ekonomi berbasis Pancasila bisa meningkat dua kali lipat. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melampaui negara maju dan kompetitor regional.“Kami di Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia sangat yakin kalau seluruh mitra kami yaitu pemerintah, mitra pengusaha dan juga pekerja yang diwakili berbagai serikat pekerja bersatu di dalam ekonomi Pancasila pastinya kita bisa meningkatkan potensi kita dua kali lipat dan tidak impossible dan sangat mungkin bahwa kita akan melebihi dari negara-negara yang saat ini menjadi pesaing kita yang penting kita bersatu,” kata Anne dalam keterangan resmi, Kamis .Baca juga: Audiensi dengan Menkeu Purbaya, Asosiasi Garmen dan Tekstil Bakal Perkuat Daya SaingAnne menilai, kolaborasi ini juga sejalan dengan program Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto.AGTI berkomitmen mendorong daya saing produk garmen dan tekstil lokal melalui nilai ekonomi Pancasila.Belum lama ini, AGTI menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk audiensi. Pertemuan tersebut diterima langsung oleh jajaran Kementerian Keuangan.Anne mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja, bersatu membangun iklim industri yang kondusif.“Bersatunya pemerintah, pengusaha serta serikat pekerja adalah sebuah syarat mutlak untuk mewujudkan ekonomi Pancasila,” ujar Anne.Baca juga: Masih Punya Daya Saing, Asosiasi Garmen Sebut Ekspor Industri Tembus 11,9 Miliar Dollar ASIa juga mengimbau pelaku usaha garmen dan tekstil untuk terus memperkuat ekosistem industri padat karya ini.Menurutnya, sektor TPT berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan.“Karena sila ketiga kita kan persatuan Indonesia, kita ingin itu kita menghimbau kepada semua stakeholders garmen dan tekstil sayangilah industri padat karya ini karena ini memberi transformasi industri yang baik karena pekerja kita enggak usah selalu harus S-1, S-2, gak ada pun kita bisa upayakan dalam industri 4.0 yang merupakan program dari Kementerian Perindustrian,” ucapnya.Anne menambahkan, AGTI percaya pembangunan industri TPT tidak hanya soal efisiensi dan daya saing, tapi juga keadilan sosial. Prinsip itu, menurutnya, sejalan dengan semangat ekonomi Pancasila.Pendekatan yang ditempuh AGTI bukan sekadar bisnis, tetapi menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru bersama pemerintah, pekerja, dan akademisi.


(prf/ega)