Gubernur Sherly: Jika Suatu Saat Ada "Conflict of Interest", Saya Akan "Abstain"

2026-01-11 03:38:03
Gubernur Sherly: Jika Suatu Saat Ada
TERNATE, – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda berada di tengah terpaan dan ramai menjadi topik pembahasan. Hal ini terkait dengan kepemilikan perusahaan tambang.Sherly tidak membantah bahwa dirinya memiliki perusahaan tambang. Sebagian besar, tambang itu adalah warisan mendiang suami, Benny Laos. Telah dimiliki jauh sebelum menjadi gubernur.Selain itu, posisi Sherly di perusahaaan bukan lagi di jajaran direksi dan sebagai pengambil keputusan. Saat ini, setelah menjadi gubernur hanya sebagai pemegang saham pasif. Seluruh operasional perusahaan telah diserahkan kepada pihak profesional.Baca juga: Gubernur Sherly Bantah Tudingan Terkait Izin Tambang Baru: Bisa Dicek Saya Berbohong atau TidakOleh karena itu, Sherly menegaskan tidak akan mengambil kebijakan apa pun terkait perusahaannya selama menjabat sebagai gubernur.“Jika ada di posisi suatu saat nanti, ada posisi di mana akan terjadi conflict of interest, maka saya akan abstain. Tidak akan mengambil kebijakan atas usaha atau perusahaan,” tegas Sherly dalam wawancara bersama Rosiana Silalahi dalam program ROSI di KompasTV, Kamis malam.Baca juga: Gubernur Sherly Tjoanda: Tak Ada UU yang Larang Pejabat Publik Miliki Usaha Tidak hanya keluarga yang diwanti-wanti agar tidak menggunakan namanya untuk kepentingan pribadi maupun bisnis. Ia juga secara tegas mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) di bawah kendalinya untuk bertindak sesuai standar operasional prosedur (SOP) jika berkaitan dengan perusahaan yang dimilikinya.“Saya juga katakan kepada OPD terkait, tidak perlu ada perlakukan khusus. Kalau ada yang salah lakukan sesuai SOP. Saya tidak punya perlakukan khusus, bahkan untuk teman, keluarga semua dilakukan sesuai SOP. Saya mau lakukan hal yang benar, saya sedang membentuk sistem ini menjadi benar. Saya tidak bisa melakukan hal benar, jika saya sendiri tidak benar,” tegasnya.Sejauh ini, Sherly mengaku sangat menerima masukan dan kritikan yang merupakan bagian dari demokrasi. Sehingga, menjaganya tetap amanah, dan melakukan apa yang dikatakan serta memastikan dirinya tidak dalam posisi conflict of interest.Sebagaimana diketahui, Sherly sebagai gubernur perempuan memiliki latar belakang pengusaha.Sherly mengaku tidak pernah berpikir serangan datang terhadapnya kerena dia seorang perempuan. Sebab, banyak kepala daerah di Indonesia seorang pria juga pengusaha.“Saya tidak pernah berpikir (diserang karena seorang perempuan), saya tidak pernah memberikan energi saya untuk berpikir tentang itu. Benar atau tidak, I don’t know. Tapi saya menggunakan energi saya berpikir bagaimana bereaksi, bagaimana solusi, bagaimana meminimalisasi ketidak percayaan publik kepada saya, dan saya memahami itu,” jelasnya.“Artinya saya harus lebih transparan lagi, komunikasi publik saya harus lebih baik lagi, saya memastikan tidak ada conflict of interest ketika saya memerintah. Saya memang harus berjuang lebih keras, belajar lebih keras dan melakukan semua lebih transparan saja,” pungkasnya.


(prf/ega)