Jakarta - Guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan di wilayah Papua, Satuan Tegas atau Satgas Pengendalian Harga Beras menyiapkan 32 gudang filial atau penyimpanan beras. Jumlah itu terdiri dari 25 aset Polri, 3 aset Pemda, 1 aset KPU, 3 pinjam pakai dari masyarakat."Keberadaan gudang Filial sangat penting, mengingat kebutuhan beras masyarakat Papua di akhir tahun semakin meningkat menghadapi Hari Raya Natal 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru)," ujar Kasatgas Pangan Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak melalui keterangan tertulis, Rabu .Pihaknya juga mengaku telah mendistribusikan beras SPHP sebanyak 2.181,5 ton atau 47,08 % dari target 4.634 ton di November-Desember. Penyaluran beras pun masih terus dilakukan hingga saat ini, meskipun harus menghadapi beberapa tantangan terutama terkait kondisi geografis dan cuaca.Advertisement"Diharapkan dengan penyaluran beras SPHP secara serentak di wilayah Papua Raya ini dapat membantu saudara-saudara kita di Papua Raya guna memenuhi ketersediaan beras dan menstabilkan harga beras di akhir tahun," ungkap Ade.Ia menjelaskan, penyaluran beras SPHP ke wilayah Papua Raya harus menggunakan beberapa moda transportasi baik darat, air maupun udara. Untuk mode darat, kata Ade, penyaluran dilakukan ke kawasan Keerom, Sarmi, Jayapura, Merauke, Boven Digoel, Wamena, Tolikara, Puncak, Puncak Jaya, Yalimo, Sorong, Biak, Manokwari, Merauke dan Lanny Jaya."Sementara moda transportasi udara, pendistribusian dilakukan ke wilayah pegunungan seperti Kabupaten pegunungan Bintang, Nduga, Yahukimo, dan Intan Jaya," ucap dia.
(prf/ega)
Jelang Nataru, Satgas Pangan Siapkan 32 Gudang Filial dan Ribuan Ton Beras Jaga Stabilitas Harga di Papua
2026-01-11 23:13:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:01
| 2026-01-11 22:42
| 2026-01-11 22:28
| 2026-01-11 22:14
| 2026-01-11 21:48










































