Gantikan Gus Yahya, Pj Ketum PBNU KH Zulfa Janji Emban Amanah Sebersih-bersihnya

2026-02-02 14:16:11
Gantikan Gus Yahya, Pj Ketum PBNU KH Zulfa Janji Emban Amanah Sebersih-bersihnya
JAKARTA, - KH Zulfa Mustofa berjanji akan menjalankan amanah sebagai penjabat (Pj) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dengan sebersih-bersihnya.Dalam mengemban jabatan sebagai Pj Ketum PBNU, Zulfa juga akan tetap menjunjung tinggi akhlak dan prinsip kesantrian."Saya berjanji, saya akan menjalankan amanah ini seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, seikhlas-ikhlasnya, dan sesantun-santunnya menjaga keadaban sebagai santri. Karena Tanfidziyah adalah santri," ujar Zulfa usai rapat pleno penetapannya di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa malam.Baca juga: Hadir Pleno PBNU, Menag Pastikan Pemerintah Tak Ikut Campur Penunjukan Pj KetumPBNU ke depan, juga dipastikannya lebih solid demi menjaga persatuan sebagai sebuah organisasi."Bahwa kami semua bertekad, bertekad sungguh-sungguh untuk bersatu," ujar Zulfa.KH Zulfa Mustofa diketahui merupakan keponakan dari Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin.Ia ditetapkan sebagai Pj Ketum PBNU dalam rapat pleno, setelah Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya diberhentikan lewat putusan Syariyah PBNU.Baca juga: Jadi Pj Ketum PBNU, Keponakan Ma’ruf Amin Tawarkan Gus Yahya BertemuUsai terpilih, Zulfa mengaku telah meminta restu Ma'ruf Amin sebelum penetapannya sebagai Pj Ketum PBNU."Saya pasti bukan cuma santri, saya keponakan Kiai Haji Ma'ruf Amin. Ya... Saya keponakan Kiai Haji Ma'ruf Amin, dan saya sudah minta restu beliau. Dan semoga insyaallah restu-restu semuanya membuat perjalanan ini menjadi lebih ringan,” ujar Zulfa.Zulfa menegaskan bahwa dirinya bukanlah orang penting di PBNU, jika dibandingkan dengan para kiai yang membimbingnya."Saya bukan siapa-siapa, saya santri daripada Rais Aam, dan juga santri Syuriyah PBNU. Tentu juga santri kiai-kiai pesantren-pesantren besar yang malam hari ini tidak bisa hadir,” kata Zulfa.Baca juga: Profil KH Zulfa Mustofa, Keponakan Maruf Amin yang Jadi Pj Ketum PBNU Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memberikan keterangan di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa .Sebelum penetapan Zulfa sebagai Pj Ketum PBNU, Gus Yahya menegaskan bahwa rapat pleno yang bakal dilaksanakan oleh jajaran Syuriyah secara aturan organisasi tidak dapat dilaksanakan.“Ini sendiri kan secara aturan tidak bisa disebut Pleno,” ujar Gus Yahya saat ditemui di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa sore.Gus Yahya menjelaskan, pleno tidak bisa hanya diadakan oleh jajaran Syuriyah secara mandiri. Namun, harus melibatkan jajaran Tanfidziyah.Baca juga: Terpilih Jadi Pj Ketum PBNU, Zulfa Mustofa Harap Konflik Selesai“Yang mengundang hanya Syuriyah, ini ndak bisa, karena harus, pleno itu harus diundang oleh Syuriyah dan Tanfidziyah," ujar Gus Yahya.Ia mengatakan, pleno ini juga tidak sah karena perencanaannya tidak melibatkan ketua umum yang sah."Tidak melibatkan saya sebagai Ketua Umum yang sah," ujar Gus Yahya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain itu, ia juga berpesan agar seluruh ASN di Indonesia tetap menjaga integritas dan terus melayani masyarakat dengan hati.Rini menegaskan bahwa ASN harus bekerja secara profesional untuk mendukung tugas-tugas pemerintahan. Pasalnya, Korpri berperan sebagai simbol persatuan, kolaborasi, dan stabilitas nasional melalui kerja sama seluruh komponen bangsa.Lebih lanjut, Penasihat Harian Dewan Pengurus Korpri Nasional ini berharap agar anggota Korpri bekerja dengan inovasi dan efisiensi, serta mengedepankan pelayanan cepat, hemat, dan transparan melalui pemanfaatan teknologi digital.“Saya berharap Korpri menjadi rumah para ASN dan menjadi wadah yang bermanfaat bagi para ASN dan tentunya untuk memudahkan para ASN berkolaborasi. Sekali lagi selamat kepada Korpri. Selamat Hari Ulang Tahun ke-54,” ucap Rini.Baca juga: 29 November Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah HUT KORPRI dan Tema Peringatan 2025Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak para anggota Korpri untuk memperkuat solidaritas dan mendukung penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sejumlah wilayah lainnya.Upaya tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian antarsesama untuk setidaknya meringankan beban saudara se-Tanah Air yang terdampak bencana.Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Korpri Zudan Arif Fakrulloh menekankan bahwa Korpri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah.Oleh karena itu, ia mengajak para anggota untuk menerapkan kesiapsiagaan Korpri dalam mendorong percepatan pembangunan nasional sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia.Baca juga: Menteri PPN Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

| 2026-02-02 14:58