- Kedipan mata adalah salah satu gerakan tubuh paling otomatis yang kita lakukan. Hampir tak terasa, terjadi tanpa disengaja, dan berlangsung terus-menerus sepanjang hari. Namun, penelitian terbaru dari Concordia University menunjukkan bahwa kedipan ternyata tidak sepenuhnya acak. Saat seseorang berusaha memahami percakapan di tempat bising atau penuh distraksi, pola kedipannya berubah drastis.Penelitian ini membuka wawasan menarik: kedipan mata bisa menjadi jendela untuk melihat seberapa keras otak bekerja.Baca juga: Apa yang Terjadi bila Kita tidak Berkedip?Penelitian ini berangkat dari pertanyaan sederhana: Apakah kita mengatur waktu berkedip saat mencoba memahami ucapan dalam kondisi berisik? Dan apakah pencahayaan memengaruhi pola itu?“Kami ingin tahu apakah kedipan dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan bagaimana kaitannya dengan fungsi eksekutif,” jelas penulis utama studi, Pénélope Coupal.Ia menambahkan, “Misalnya, apakah seseorang secara strategis menunda kedipan agar tidak ketinggalan informasi penting?”Untuk menjawabnya, para peserta diminta duduk di ruang kedap suara, menatap tanda silang di layar, dan mendengarkan kalimat pendek melalui headphone. Tingkat kebisingan diubah-ubah dari ringan hingga sangat mengganggu, sementara kacamata pelacak mata merekam setiap kedipan.Baca juga: Mengenal Otot Orbikularis Okuli, Otot yang Menggerakkan Kedipan MataHasil yang muncul sangat jelas. Setiap kali kalimat mulai diputar, frekuensi kedipan langsung turun.Sebelum kalimat dimulai, peserta berkedip lebih sering. Setelah kalimat selesai, kedipan kembali meningkat. Tapi selama proses mendengarkan, kedipan melambat secara konsisten.Fenomena ini menjadi lebih kuat ketika latar belakang semakin berisik — tanda bahwa otak meningkatkan fokus dan “menahan” kedipan agar tidak melewatkan informasi.“Kita tidak berkedip secara acak,” kata Coupal. Menurutnya, “Kita berkedip jauh lebih sedikit ketika informasi penting disampaikan.”Menariknya, pola ini tetap muncul di berbagai kondisi cahaya, baik ruangan gelap, redup, maupun terang. Artinya, cahaya tidak memengaruhi cara perhatian memengaruhi kedipan.Baca juga: Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Kita Selalu Berkedip?Secara alami, frekuensi kedipan antarindividu bisa sangat berbeda — ada yang hanya 10 kali per menit, ada pula yang mencapai 70 kali. Namun, perbedaan ini tidak memengaruhi pola inti: semua peserta mengurangi kedipan saat mendengarkan bagian penting dari percakapan.Ini menjadikan kedipan sebagai indikator yang sangat berguna karena mudah diukur, tidak memerlukan perlengkapan rumit, tidak bergantung pada pencahayaan, dan menggambarkan beban mental saat mendengarkan.Sebuah kedipan menciptakan jeda singkat dalam kesadaran visual. Para peneliti menemukan bahwa jeda ini juga bisa berarti penurunan kecil dalam fokus mental.“Kedipan berkaitan dengan hilangnya informasi, baik visual maupun auditori,” jelas rekan penulis studi, Mickael Deroche.
(prf/ega)
Mengapa Kita Berkedip Lebih Sedikit Saat Mendengarkan dengan Serius?
2026-01-12 07:02:35
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:02
| 2026-01-12 06:59
| 2026-01-12 05:08
| 2026-01-12 04:50
| 2026-01-12 04:49










































