MAKASSAR, - Lonjakan arus mudik libur Natal dan tahun baru 2025/2026 di Sulawesi Selatan meningkat 20 hingga 30 persen, atau kurang lebih 3 juta orang.“Ada peningkatan signifikan karena mengingat ini selain libur, Natal sama dengan yang tahun kemarin, itu bisa sampai 20-30 persen kenaikan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sulsel, Andi Erwin Terwo, Senin .Baca juga: Membeludak, PHRI Sebut Banyak Wisatawan dari Bali Alihkan Kunjungan ke YogyakartaErwin menyebut bahwa puncak pergerakan mulai 19 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026 mendatang.Ia menyebut untuk Makassar, Maros, Sungguminasa Kabupaten Gowa, dan Takalar (Maminasata) kenaikan hingga 1,8 juta, sementara untuk Sulsel sendiri mencapai 3 juta pergerakan.“Kalau daerah di Maminsata itu kurang lebih 1,8 juta kenaikan, kalau Sulsel 3 juta lebih, jumlah pergerakan. Mulai tanggal 19 Desember sampai 3 Januari,” ujarnya.Dishub Sulsel menyebut antisipasi pengamanan Nataru ada tiga jalur di wilayah Sulsel.Yakni jalur utara mulai dari Kota Makassar, Kota Palopo, dan Kabupaten Toraja, kemudian jalur timur dimulai dari Maros sampai Bone, dan jalur Makassar ke Kepulauan Selayar.“Tiga jalur itu yang memang padat kemacetan, terutama jalur di perintis,” terangnya.Selain tiga jalur tersebut, Dishub Sulsel, bersama pihak kepolisian dan lembaga terkait juga melakukan pengawasan di sejumlah tempat wisata dan tempat pembelanjaan.“Jadi ada tiga jalur, Makassar itu di pos simpang 5, maros sampai Bone Parepre, kami sudah sampaikan di Dishub kabupaten kota, kemudian di daerah tempat wisata dan mall,” ujarnya.Baca juga: Dishub Jabar Prediksi 21 Juta Orang Bergerak Saat Nataru, Puncak Arus Terjadi dalam Dua GelombangIa mengatakan, pada puncak Nataru jalur utara merupakan jalur terpadat di Sulsel mencapai 70 persen pergerakan para pemudik, begitupun Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).“Paling padat itu hampir 70 persen. Jadi rute transportasi itu lagi banyak Makassar Toraja, jadi bus akad AKDP saja kurang lebih 500 hampir 70% di sana, kontainer itu semua ke sana,” terangnya.Erwin menyebut pihaknya bersama instansi terkait seperti kepolisian, Kodam, Jasa raharja, serta Dishub Kabupaten Kota, telah membentuk posko terpadu dibeberapa titik, terutama di Pelabuhan dan Terminal.Selain itu, ada 100 personil Dishub melakukan pengaman di titik rawan di tiga jalur tersebut.“Selain di titik rawan kami juga menyiapkan personil di daerah gereja pada saat Nataru, mall, tempat hiburan, kemudian tempat pariwisata,” ujarnya.Baca juga: 9 Kapal Disiagakan Layani Arus Nataru di Pelabuhan Kalianget Sumenep
(prf/ega)
Lonjakan Puncak Mudik Nataru di Sulsel hingga 30 Persen, Capai 3 Juta Orang
2026-01-11 22:58:32
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:23
| 2026-01-11 23:02
| 2026-01-11 21:08
| 2026-01-11 20:52










































