Polisi Bunuh Mahasiswi UMM, Polda Jatim Tak Temukan Unsur Perselingkuhan

2026-02-03 08:58:52
Polisi Bunuh Mahasiswi UMM, Polda Jatim Tak Temukan Unsur Perselingkuhan
SURABAYA, - Polda Jawa Timur tidak menemukan adanya unsur perselingkuhan dalam kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berinisial FAN (21) yang melibatkan anggota Polres Probolinggo.Anggota Polres Probolinggo, Bripka AS, dan rekannya sejak kecil, SY, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim atas kasus pembunuhan terhadap FAN.FAN adalah adik ipar dari Bripka AS, warga Tiris, Probolinggo, yang juga seorang mahasiswi UMM.Baca juga: Polda Jatim Ungkap Motif Polisi Bunuh Mahasiswi UMM: Sakit Hati dan HartaPolda Jatim menegaskan, motif kedua tersangka membunuh korban adalah sakit hati dan keinginan untuk menguasai harta benda korban.Hal ini ditegaskan setelah tim penyidik menemukan jejak Bripka AS telah mengambil harta korban."Sementara tidak kami temukan ya (perselingkuhan). Yang kami temukan dan sudah kami yakini ada dua yaitu sakit hati dan ingin menguasai harta korban," kata Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Widi Atmoko, Senin ."Karena kami mendapatkan beberapa jejak yang bersangkutan sudah mengambil harta korban," tegasnya.Baca juga: Keluarga Mahasiswi UMM Mengendus Ada Indikasi Pelecehan Seksual yang Dilakukan Bripka ASKasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian untuk mendalami kemungkinan adanya unsur lain selain sakit hati dan keinginan menguasai harta."Sementara kami sampaikan bahwa motifnya dua itu ya unsur-unsur lain sedang kita dalami masih akan pemeriksaan ya semuanya akan kita dalami dan apabila nanti kita pastikan terjadi perbuatan tersebut akan kita sampaikan," paparnya.Sebelumnya, jenazah FAN ditemukan warga di sebuah sungai pinggir Jalan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa .Korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup, mengenakan jaket hitam, celana panjang krem, dan helm berwarna pink.Hasil otopsi menunjukkan korban meninggal dunia karena dicekik, yang dibuktikan dengan adanya luka lebam di tubuh korban.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain itu, ia juga berpesan agar seluruh ASN di Indonesia tetap menjaga integritas dan terus melayani masyarakat dengan hati.Rini menegaskan bahwa ASN harus bekerja secara profesional untuk mendukung tugas-tugas pemerintahan. Pasalnya, Korpri berperan sebagai simbol persatuan, kolaborasi, dan stabilitas nasional melalui kerja sama seluruh komponen bangsa.Lebih lanjut, Penasihat Harian Dewan Pengurus Korpri Nasional ini berharap agar anggota Korpri bekerja dengan inovasi dan efisiensi, serta mengedepankan pelayanan cepat, hemat, dan transparan melalui pemanfaatan teknologi digital.“Saya berharap Korpri menjadi rumah para ASN dan menjadi wadah yang bermanfaat bagi para ASN dan tentunya untuk memudahkan para ASN berkolaborasi. Sekali lagi selamat kepada Korpri. Selamat Hari Ulang Tahun ke-54,” ucap Rini.Baca juga: 29 November Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah HUT KORPRI dan Tema Peringatan 2025Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak para anggota Korpri untuk memperkuat solidaritas dan mendukung penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sejumlah wilayah lainnya.Upaya tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian antarsesama untuk setidaknya meringankan beban saudara se-Tanah Air yang terdampak bencana.Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Korpri Zudan Arif Fakrulloh menekankan bahwa Korpri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah.Oleh karena itu, ia mengajak para anggota untuk menerapkan kesiapsiagaan Korpri dalam mendorong percepatan pembangunan nasional sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia.Baca juga: Menteri PPN Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

| 2026-02-03 07:40