[KLARIFIKASI] Gambar AI Menampilkan Proses Pembuatan Patung Prabowo

2026-02-01 18:10:15
[KLARIFIKASI] Gambar AI Menampilkan Proses Pembuatan Patung Prabowo
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini. - Sebuah foto yang tersebar di media sosial menampilkan proses pembangunan patung Presiden Prabowo Subianto.Dalam foto tersebut tampak patung Prabowo ditempatkan di tengah persimpangan jalan yang ramai dengan pengendara motor.Namun, setelah diperiksa Tim Cek Fakta Kompas.com, gambar tersebut merupakan konten manipulatif.Gambar menampilkan proses pembuatan patung Prabowo disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis :Proses pembuatan patung Presiden RI ke 8 Prabowo SubiantoHive Moderation Tangkapan layar Hive Moderation mengidentifikasi gambar proses pembuatan patung Prabowo adalah 99,9 persen sebagai generatif AI.Gambar proses pembuatan patung Prabowo yang beredar merupakan konten yang dihasilkan oleh artificial intelligence (AI).Tools pendeteksi Hive Moderation mengidentifikasi gambar tersebut sebagai 99,9 persen merupakan generatif AI.Hive Moderation Tangkapan layar Hive Moderation mengidentifikasi gambar proses pembuatan patung Prabowo adalah 99,9 persen sebagai generatif AI.Sebagai informasi, warga Padangsidimpuan memang pernah membuat monumen atau tugu yang dipersembahkan untuk Prabowo saat ulang tahunnya yang ke-74.Sebagaimana dilansir Tribunnews, monumen yang terletak di Lubuk Naga, Padangsidimpuan, Sumatera itu diresmikan pada 20 Oktober 2025.Bentuk monumen tersebut berbeda dengan gambar yang beredar di media sosial.Sebelumnya, Tim Cek Fakta Kompas.com telah membantah konten serupa mengenai proses pembuatan patung tokoh politik.Misalnya, patung Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.Gambar menampilkan proses pembuatan patung Presiden Prabowo Subianto merupakan konten manipulatif berbasis AI.Memang ada monumen Prabowo di Padangsidempuan, Sumatera, tetapi bentuknya berbeda dengan konten yang beredar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-01 18:05