Jukung Terbalik, 5 Orang Terombang-ambing di Perairan Nusa Dua Bali Dievakuasi

2026-01-12 03:22:42
Jukung Terbalik, 5 Orang Terombang-ambing di Perairan Nusa Dua Bali Dievakuasi
DENPASAR, - 5 orang terombang-ambing di tengah Perairan Nusa Dua, Kabupaten Badung, Senin malam. Disebabkan Jukung mereka terbalik karena dihantam ombak.Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi atas peristiwa tersebut sekitar 30 menit setelah kejadian.5 orang personel diberangkatkan menuju Pelabuhan Benoa untuk menggerakkan Rigid Inflatable Boat (RIB)."Proses evakuasi malam hari sangat beresiko. Hujan deras, angin kencang, dan kondisi gelombang laut tinggi," ungkap Sidakarya, Selasa .Baca juga: TPA Suwung Bali Segera Ditutup, Pemkot Denpasar Sewa 60 Truk untuk Buang SampahMeskipun resikonya tinggi dan tergolong menantang bahaya, namun evakuasi malam hari di tengah lautan tetap dilakukan.Keputusan itu diambil dengan pertimbangkan masih ada peluang korban ditemukan dalam keadaan selamat."Adanya pergerakan tim SAR yang beresiko tinggi, tetap yang diutamakan adalah keselamatan personel. Maka tidak putus-putusnya selalu memantau pergerakan RIB," jelas Sidakarya.Baca juga: Banjir di Gianyar Bali Sebabkan Rumah Warga Rusak2 orang akhirnya berhasil ditolong oleh nelayan pada pukul 19.30 Wita.Jukung mereka sandar di Pantai Samuh, Nusa Dua dan semuanya dalam keadaan selamat.Sementara 3 orang lainnya ditemukan selamat oleh tim SAR pada pukul 20.15 Wita.Mereka kemudian diantar ke Dermaga Pasir Pelabuhan Benoa dan RIB kembali sandar pukul 21.15 Wita.Adapun korban yang selamat tersebut di antaranya I Wayan Rawan Atmaja (65), I Made Sudarna (43), Saiful (35), Mangku Desel (50) dan Agung Adi (28).Polairud Polda Bali, TNI AL, masyarakat setempat dan keluarga korban turut memberikan pertolongan.Baca juga: 3 Hari di GWK Bali, DWP 2025 dan Cerita yang Tertinggal di HatiSebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan agar masyarakat menghindari aktivitas di lautan.Hal itu mengingat masih adanya bibit siklon 93 S.Kondisi tersebut menyebabkan cuaca buruk, termasuk di wilayah Bali."Kembali dan kembali kami peringatkan, hindari dahulu aktivitas di perairan, gunung ataupun alam terbuka lainnya. Diperkirakan kondisi cuaca buruk ini akan berlangsung hingga bulan Januari. Meskipun diprediksi di antara waktu tersebut (kondisi) sempat mereda," tambah dia.Sidakarya menegaskan, dalam kondisi saat ini, agar masyarakat selalu perhatikan keselamatan diri, khususnya saat melaut.Harus membawa peralatan keselamatan yang lengkap dan terus mengikuti informasi resmi dari BMKG.


(prf/ega)