Kenapa Kaus Polyester Bikin Bau Badan Dibanding Katun?

2026-02-03 06:54:34
Kenapa Kaus Polyester Bikin Bau Badan Dibanding Katun?
- Anda mungkin sering bertanya-tanya, mengapa saat menggunakan kaus polyester, tubuh mengeluarkan bau yang lebih kuat dan persisten dibandingkan kaus katun.Misteri bau apek pada pakaian olahraga sintetis ini kini terpecahkan berkat penelitian mendalam dari University of Alberta.Polyester ternyata adalah kain "pencinta minyak" yang menyerap lebih banyak zat penyebab bau dari keringat daripada serat alami seperti kapas.Baca juga: Benarkah Kain Polyester Bisa Picu Penyakit Kelamin? Ini Kata Dokter BoykeDipimpin oleh Rachel McQueen, seorang ilmuwan tekstil berpengalaman, studi ini bertujuan mengungkap mengapa beberapa jenis kain bereaksi berbeda terhadap keringat dibandingkan yang lain.Timnya, bekerja sama dengan rekan-rekan dari University of Otago, Selandia Baru, menganalisis bagaimana berbagai serat—kapas, viskosa (serat selulosa), serta polyester, nilon, dan wol—berinteraksi dengan larutan keringat simulasi.Hasil studi mengonfirmasi temuan yang sudah lama dicurigai.Kapas dan viskosa (serat yang berasal dari tumbuhan) menyerap lebih sedikit senyawa penyebab bau, sehingga melepaskan bau apek yang lebih sedikit daripada rekan-rekan mereka dari polyester, nilon, dan wol.Rachel McQueen menjelaskan inti masalahnya terletak pada komposisi serat dan sifat penyerapan.Keringat sebagian besar terdiri dari air, tetapi juga mengandung senyawa berminyak yang diubah oleh bakteri menjadi bau.“Meskipun kita tahu bahwa polyester lebih bau setelah dipakai di samping ketiak berkeringat dibandingkan kaus katun, kita belum benar-benar tahu mengapa,” jelas McQueen.Perbedaan sifat serat inilah yang memegang kunci:"Polyester lebih suka minyak, dan ia menyerap lebih banyak zat penyebab bau, yang tidak larut dalam air, dan lebih banyak senyawa berminyak, yang juga dapat terurai nanti dan menjadi bau," catat McQueen.Studi yang menggunakan metode keringat cair simulasi—bukan hanya menguji bagaimana bau melewati udara—ini memberikan gambaran yang lebih realistis tentang perpindahan bau ke pakaian.McQueen menekankan bahwa jika ketiak yang berkeringat tidak benar-benar menyentuh kaus yang dikenakan, maka kain tersebut tidak akan terlalu bau.Penelitian ini juga memberikan wawasan menarik tentang nilon dan wol.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-03 19:39