Sudah Rajin Sikat Gigi, Mengapa Tetap Bau Mulut?

2026-01-12 04:03:34
Sudah Rajin Sikat Gigi, Mengapa Tetap Bau Mulut?
JAKARTA, - Banyak yang mengira bahwa bau mulut hanya disebabkan karena jarang menyikat gigi, dan cara mengatasinya adalah dengan menambah frekuensi menyikat gigi.Kendati demikian, mulut tetap bisa bau meskipun kita sudah rajin mengikat gigi, bahkan sampai menggunakan obat kumur. Apa alasannya?“Salah satunya (alasan) adalah tanda bahwa ada suatu kondisi kesehatan di gusi,” kata Prof. Dr. Amaliya, drg., M.Sc., Ph.D., saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu .Baca juga: Terlalu Sering Sikat Gigi Justru Bisa Bikin Gigi Rusak? Ini Penjelasan DokterAda banyak penyebab halitosis atau bau mulut. Penyebab dari rongga mulut, salah satunya adalah kondisi gusi yang bermasalah, yakni mengalami peradangan.Radang gusi atau gingivitis, disebabkan oleh plak dan karang gigi yang dibiarkan tanpa penanganan oleh dokter gigi melalui prosedur scaling.kompas.com / Nabilla Ramadhian Guru Besar Ilmu Periodonsia di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Amaliya, drg., M.Sc., Ph.D., dalam IHF 2025 yang digelar oleh Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent, di Jakarta Selatan, Rabu .Plak bukan sekadar lapisan putih yang menempel di gigi dekat area gusi, begitu pula dengan karang gigi yang bukan sekadar lapisan kuning yang mengeras.“Banyak bakteri-bakteri yang menempel di situ, di plak dan karang giginya. Bakteri itu akan menghasilkan gas sulfur. Dan gas sulfur itu akan menyebabkan bau mulut,” terang drg. Amaliya.Baca juga: Ketahui, Dampak Karang Gigi Jika DiabaikanKaries atau gigi berlubang juga bisa menyebabkan seseorang bau mulut, meskipun sudah rajin menyikat gigi dan menggunakan obat kumur.Lubang yang dibiarkan menganga, bahkan sampai berukuran cukup besar, bisa menjadi sarang bakteri.“Gigi yang berlubang, jika dibiarkan sampai lubangnya besar, itu giginya bisa mati. Itu juga akan mengeluarkan gas yang baunya tidak enak,” kata drg. Amaliya.Ketika tidak merasakan sakit atau nyeri di rongga mulut, tetapi sudah rajin sikat gigi dan pakai obat kumur, kamu perlu periksa ke dokter. Ini bisa dimulai dengan mengunjungi dokter gigi.Baca juga: Bisakah Obat Kumur dan Benang Floss Menggantikan Pasta Gigi?Dentasay Kapan Waktu Sikat Gigi yang Tepat? Simak Penjelasan Ahli BerikutKunjungan ke dokter gigi dapat dilakukan untuk memastikan apakah bau mulut disebabkan oleh radang gusi, gigi berlubang, atau lainnya.Khusus radang gusi, drg. Amaliya mengungkapkan bahwa gusi tidak selalu terasa nyeri, tetapi hanya warna, bentuk, atau teksturnya yang berubah, atau mudah berdarah.“Biasanya memang peradangan gusi tidak memperlihatkan rasa sakit, sehingga kadang orang-orang suka, ‘Ah biarin ya’. Padahal, adanya perdarahan sedikit saja, itu sudah merupakan tanda-tanda peradangan gusi. Ini harus secepatnya diatasi,” ucap dia.“Banyak sekali orang Indonesia yang tidak menyadari bahwa dia itu mengalami peradangan gusi karena tidak berasa, tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi sebetulnya kita sudah bisa mendeteksi dari misalnya gusi bengkak, mengalami perdarahan, warna gusinya,” sambung drg. Amaliya.Baca juga: Penyakit Gusi, “Silent Killer” yang Sering Diabaikan Masyarakat


(prf/ega)