Nelayan di Buton Selamat Usai Diterkam Buaya 6 Meter Saat Pulang Melaut

2026-01-17 03:26:52
Nelayan di Buton Selamat Usai Diterkam Buaya 6 Meter Saat Pulang Melaut
Nelayan bernama Supri (54) di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra), diterkam buaya berukuran sekitar 6 meter. Beruntung, korban berhasil selamat usai menusuk mata buaya tersebut.Supri diserang buaya di pinggir pantai Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka, Buton Tengah, Sabtu (27/12), sekitar pukul 20.00 Wita. Korban tidak menyadari keberadaan buaya saat hendak mengikat perahunya di sebuah tiang."Korban sepulang dari melaut diterkam saat mau mengikat perahunya," kata Kapolsek Mawasangka Iptu Kamaludin kepada wartawan, dilansir detikSulsel, Minggu (28/12/2025).Kamaludin mengatakan saat itu korban berdiri di samping perahunya. Tiba-tiba seekor buaya menerkam betisnya dan menyeretnya masuk ke air.Menurut Kamaludin, korban sempat diputar oleh buaya saat berada di dalam air. Saat itu, korban masih dalam keadaan sadar dan mendengarkan arahan dari rekannya untuk menusuk mata buaya."Korban mendengar temannya teriak untuk mencolok mata buaya, setelah itu dia lakukan dan buaya melepas gigitan di betis," ucap Kamaludin.Kemudian lengan korban kembali diterkam buaya. Namun Supri kembali melawan hingga buaya itu melepaskan gigitannya. Selanjutnya, korban dibawa ke puskesmas oleh dua orang temannya.Simak selengkapnya di sini.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam hitungan tak sampai lima menit, Gemini langsung menyusun kolase dengan komposisi rapi, sentuhan artistik otomatis, dan kualitas gambar yang tetap tajam.Sepengalaman saya, hasil kolase buatan Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual. Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, serta tone warna konsisten dan masih bisa diubah sesuai selera.Hal ini membuat pengguna yang tidak punya kemampuan desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik dan layak dipamerkan.Berikut contoh hasil collage foto konser Raisa yang di-generate langsung dari Gemini 3 Flash Nano Banana:/ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa.9to5google Tampilan Google Gemini 3 Flash. Google rilis Gemini 3 Flash.Menurut saya, hasil kolase yang dibuat Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual.Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, dan tone warna konsisten dan bisa diubah sesuai selera. Ini membuat pengguna yang tidak punya skill desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik.Hasil editan yang rapi ini berkat Gemini 3 Flash yang baru saja dirilis pada pertengahan Desember lalu. Model AI penerus Gemini 2.5 Flash ini disebut memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat. Jadi tak heran, saat men-generate hasil foto collage rekap konser Raisa, pengguna bisa mendapatkan hasilnya dalam hitungan beberapa menit saja. Hasilnya pun tetap rapi.

| 2026-01-17 02:28