Kisah Pesawat Sipil Iran Air 655 Hancur Dihantam Rudal AS dan 290 Orang Tewas, Mengapa Bisa?

2026-01-15 04:47:57
Kisah Pesawat Sipil Iran Air 655 Hancur Dihantam Rudal AS dan 290 Orang Tewas, Mengapa Bisa?
- Penerbangan Iran Air 655 mengalami insiden pada 3 Juli 1988 yang menyebabkan seluruh orang di dalam pesawat meninggal dunia.Pesawat Iran Air 655 hancur di udara usai dihantam oleh rudal kapal Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) USS Vincennes. Pesawat itu tepatnya ditembak jatuh di atas perairan Selat Hormuz.Adapun Iran Air 655 melayani penerbangan dengan rute Teheran, Iran menuju Dubai, Uni Emirat Arab dengan pemberhentikan di Bandar Abbas, Iran.Pesawat penumpang Airbus A300 yang ketika itu sedang terbang di wilayah udara Iran namun telah diidentifikasi secara keliru sebagai jet tempur oleh USS Vincennes.Akibatnya, total 290 orang yang terdiri dari penumpang dan awak pesawat Iran Air 655 dinyatakan meninggal dunia.Lantas, bagaimana kronologinya?Baca juga: Kisah Aloha Airlines 243, Pramugari Terlempar ke Angkasa Usai Atap Pesawat Robek di UdaraPeristiwa bermula ketika Iran Air 655 lepas landas dari Bandara Internasional Mehrabad Teheran, Iran.Dikutip dari SimpleFlying, saat itu penerbangan berlalu tanpa insiden dan berhasil mendarat di Bandara Bandar Abbas sekitar pukul 08.40 waktu setempat.Penerbangan Iran Air 655 kemudian dilanjutkan menuju Dubai dan lepas landas dari Bandar Abbas pukul 10.17.Ketika itu, pesawat membawa total 290 orang di dalamnya, terdiri dari 274 penumpang dan 16 awak. Iran Air 655 berangkat dengan arah 210 derajat ke arah landasan pacu bandara.Penerbangan yang dijadwalkan hanya memakan waktu 28 menit, maka kontrol lalu lintas udara menginstruksikan pesawat untuk naik ke ketinggian jelajah 14.000 kaki.Baca juga: Kisah Turkish Airlines 981: 6 Penumpang Terlempar ke Angkasa, Pesawat Jatuh Hantam DaratanPesawat itu diizinkan untuk terbang ke Dubai melalui koridor udara yang dikenal sebagai A59 dengan memiliki lebar sekitar 20 mil (32 km).Namun hanya tujuh menit setelah meninggalkan Bandar Abbas atau pada pukul 10.24 waktu setempat setelah naik ke ketinggian 12.000 kaki, Iran Air 655 dihantam rudal permukaan-ke-udara.Rudal tersebut adalah salah satu dari dua rudal yang ditembakkan ke arah pesawat oleh USS Vincennes.Kekuatan hantaman rudal menyebabkan pesawat Iran Airbus A330 Air 655 hancur di udara, dengan puing-puingnya jatuh ke perairan di bawahnya.Baca juga: Kisah China Airlines 611, Pesawat Pecah di Angkasa, Seluruh Penumpang dan Awak Jatuh di Perairan


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-15 02:21