Anak di Samarinda Pulang Sambil Menangis Lalu Meninggal, Diduga Dianiaya Teman Sebaya

2026-01-12 17:22:12
Anak di Samarinda Pulang Sambil Menangis Lalu Meninggal, Diduga Dianiaya Teman Sebaya
SAMARINDA, - Seorang bocah laki-laki berinisial R (14) di Samarinda meninggal dunia secara misterius setelah pulang ke rumah sambil menangis dan mengeluh sakit kepala.Keluarga kini menduga kematiannya terkait tindak kekerasan oleh teman sebaya.Ibu korban, Sartia (41), menceritakan R pulang pukul 21.00 Wita dalam keadaan menangis dan mengeluh sakit kepala.“Dia baru datang jam 9 malam, pulang sambil menangis, katanya kepalanya sakit. Saya pikir cuma sakit kepala biasa, jadi saya kasih minyak kayu putih,” ujar Sartia di Polresta Samarinda, Kamis .Baca juga: Tragedi di Sekolah Internasional Gading Serpong, Siswa Tewas Usai Jatuh dari GedungR menolak makanan dan minuman. Beberapa jam kemudian kondisinya menurun.“Saya panggil-panggil, enggak ada respons. Sekitar jam setengah satu malam, terdengar suara ngorok, tak lama kemudian dia meninggal,” kata Sartia dengan suara bergetar.Jenazah kemudian dibawa ke rumah orang tua Sartia. Keesokan paginya, keluarga melihat busa di mulut, darah di hidung, serta lebam di bagian belakang tubuh dan pembengkakan di mata.“Pamannya bilang, ‘Anak ini habis jatuh atau gimana? Kok ada luka lebam di belakangnya?’ Padahal dia enggak pernah jatuh,” ucap Sartia.Baca juga: Orang Tua Korban Cerita Kronologi Bullying hingga Anaknya Luka Lebam di Ponpes LamonganAwalnya keluarga tak curiga dan menganggap korban meninggal karena sakit.Namun tiga hari setelah pemakaman, muncul unggahan WhatsApp teman korban berbunyi, “Saya ikhlas kepergianmu, tapi tidak ikhlas dengan cara kematianmu.”Unggahan tersebut membuat keluarga menduga ada kejanggalan. Keluarga lalu menggelar pertemuan bersama pihak RT, keluarga pelaku, dan saksi.“Tante saya bilang, katanya malam itu anak saya dipukuli. Waktu dikumpul, orang tua pelaku malah bilang ‘Anakmu di luar kayak apa’. Saya langsung marah. Anak saya dikenal baik sama warga,” tuturnya.Dari keterangan saksi, peristiwa diduga terjadi di rumah seorang teman berinisial A. Saat itu R disebut ditantang oleh S (12) yang kini diduga sebagai pelaku.“Kata saksi, anak saya ditantang, ‘Berani nggak lawan saya?’ Anak saya jawab, ‘Beranilah, sama-sama makan nasi.’ Setelah itu, anak saya dipukul di kepala dan ditendang tiga kali di perut,” ujar Sartia.Korban pulang dengan kondisi kesakitan dan meninggal beberapa jam kemudian.Baca juga: Baru Juli, Kasus Kekerasan Anak di Bandung Barat Sudah Lampaui Jumlah Tahun Lalu


(prf/ega)

Berita Lainnya