Honda WN7 Diproduksi di Jepang, Bakal Dijual di Indonesia?

2026-01-14 06:48:54
Honda WN7 Diproduksi di Jepang, Bakal Dijual di Indonesia?
MILAN, - Honda resmi meluncurkan WN7 di ajang EICMA 2025 (Milan Motorcycle Show). Sepeda motor listrik ini akan diproduksi di pabrik Kumamoto, Jepang, yang dikenal sebagai pusat produksi global sepeda motor Honda.Berdasarkan keterangan resmi, Rabu motor listrik ini akan diluncurkan secara bertahap di berbagai pasar dunia yang tengah mendorong peralihan menuju kendaraan listrik.Lantas apakah motor listrik WN7 ini akan ikut dijual di Indonesia?Baca juga: Honda Pamer Inovasi di EICMA 2025: CB1000GT, Motor Listrik WN7, dan Mesin V3R E-Compressor Jadi SorotanMarketing Director PT Astra Honda Motor (AHM) Octavianus Dwi, mengatakan bahwa perusahaan akan melihat potensi pasarnya bagaimana di Indonesia.Kompas.com/Aditya Honda WN7 dipamerkan pada pameran otomotif EICMA 2025"Tapi kalau menurut saya harganya akan sangat mahal. Jadi sulit untuk dijual di Indonesia," kata Octavianus di Milan, Italia, Selasa Peluncuran WN7 menjadi tonggak penting dalam strategi elektrifikasi global Honda, menandai era baru sepeda motor listrik yang tidak hanya efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga tetap menghadirkan DNA kesenangan berkendara khas Honda.Baca juga: Joan Mir Sebut Honda Belum Siap Untuk Menang di MotoGPKompas.com/Aditya Honda WN7 dipamerkan pada pameran otomotif EICMA 2025Motor listrik ini dibekali baterai berkapasitas 9,3 kWh dan pengisian daya cepat WN7 menggunakan baterai lithium-ion tetap berkapasitas 9,3 kWh. Motor ini mendukung dua tipe pengisian:* CCS2 Fast Charging, yang dapat mengisi dari 20% ke 80% hanya dalam 30 menit,* dan Type 2 Normal Charging, yang dapat mengisi penuh dari 0% ke 100% kurang dari 2,4 jam (dengan daya 200V).Dalam kondisi baterai penuh, jangkauan tempuh mencapai 140 km berdasarkan pengujian WMTC mode.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-14 16:22