Soal Stunting, Gibran: Tantangan Masih Besar, Target Penurunan Jadi 14,2 Persen di 2029

2026-02-05 04:22:55
Soal Stunting, Gibran: Tantangan Masih Besar, Target Penurunan Jadi 14,2 Persen di 2029
JAKARTA, - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyebut bahwa tantangan pengentasan stunting ke depannya tidak mudah karena pemerintah menargetkan angka prevalensi stunting menjadi 14,2 persen pada 2029.Hal itu disampaikan Gibran dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Rabu ."Ke depan tantangannya masih besar Bapak-Ibu semua. Bapak Presiden menargetkan penurunan angka stunting di 2029 dan di angka 14,2 persen. Sudah ada 12 provinsi yang prevalensi stuntingnya di bawah nasional," ujar Gibran, Rabu.Sebelumnya, Gibran mengucapkan terima kasih atas kerja kolaboratif dari tingkat pusat sampai daerah sehingga angka prevalensi stunting pada 2024 turun menjadi di angka 19,8 persen.Baca juga: Gibran: Angka Stunting Turun Jadi 19,8 Persen di 2024“Capaian ini adalah capaian bersama, kerja-kerja kolaboratif dan sekali lagi dari pusat, daerah, kader-kader Posyandu, ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). Ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras bapak ibu semua,” katanya.Dalam pemaparannya, Gibran menyebut, angka prevalensi stunting di 2024 itu turun sebanyak 357.000 anak dibandingkan tahun 2023.Sebab, angka prevalensi stunting pada 2023 sebesar 21,5 persen.Bahkan, Gibran mengatakan bahwa angka prevalensi stunting tersebut di bawah proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yakni 20,1 persen pada 2024.Baca juga: Angka Stunting Turun, Gibran: Capaian Bersama dari Pusat, Posyandu hingga Ibu-ibu PKKMenteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan bahwa prevalensi stunting balita di Indonesia turun di bawah 20 persen, yakni mencapai 19,8 persen.Dia pun mengklaim bahwa penurunan pravelansi tersebut pertama kalinya dalam sejarah Indonesia."Untuk pertama kalinya dalam sejarah bangsa Indonesia, prevalensi stunting balita turun di bawah 20 persen mencapai angka 19,8 persen," kata Budi Gunadi dalam agenda Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang digelar di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu.Dalam kesempata itu, Budi Gunadi juga menyampaikan bahwa sebanyak 8.349 Puskesmas di Indonesia telah menerapkan program integrasi layanan primer."324.000 lebih kader kesehatan di seluruh posyandu telah dilatih dengan 25 keterampilan dasar," ujarnya.Menurut dia, sistem surveilans penyakit kini sudah lebih cepat dan terintegrasi dengan peningkatan kapasitas laboratorium kesehatan masyarakat yang akan terus dikembangkan di seluruh provinsi dan 514 kabupaten/kota.Percepatan dilakukan untuk meningkatkan mutu layanan rumah sakit dengan program pengampuan penyakit prioritas utama, yaitu kanker, jantung, stroke, ginjal, dan ibu dan anak."Saat ini, 29 provinsi sudah mampu melakukan operasi bedah jantung terbuka, 29 provinsi sudah mampu melakukan clipping aneurisma, dan 8 provinsi sudah mampu melakukan bypass otak,” kata Budi Gunadi.Baca juga: Menkes Sebut Angka Stunting Turun 20 Persen, Pertama Kali dalam Sejarah


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-05 03:38