Gus Dur Pahlawan Nasional, Sinta Nuriyah: Pemikirannya Tak Akan Pernah Luntur

2026-01-12 06:44:54
Gus Dur Pahlawan Nasional, Sinta Nuriyah: Pemikirannya Tak Akan Pernah Luntur
JOMBANG, - Sehari setelah suaminya menerima gelar Pahlawan Nasional, Hj Sinta Nuriyah, Istri KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, berziarah ke makam Gus Dur yang berada di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa .Istri Presiden ke-4 Republik Indonesia tersebut didampingi Yenny Wahid. Kedatangannya disambut Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.Dalam kesempatan itu, Sinta Nuriyah menyampaikan bahwa perjuangan Gus Dur maupun pemikiran-pemikirannya tentang kemanusiaan, demokrasi, keadilan, dan toleransi, perlu diteruskan.Baca juga: Gus Dur Pahlawan Nasional, Yenny Wahid dan Sinta Nuriyah Sampaikan Terima KasihDidampingi putrinya, Yenny Wahid, Sinta Nuriyah menyatakan pemikiran Gus Dur akan selalu hidup di tengah masyarakat.Untuk itu, Ia mengajak seluruh masyarakat meneladani perjuangan Gus Dur, serta menyebarkan pemikiran-pemikirannya.“Pemikiran Gus Dur tentang kemanusiaan, demokrasi, keadilan, dan toleransi tidak akan pernah luntur. Itu adalah peninggalan besar yang akan terus diperjuangkan,” kata Sinta Nuriyah di Pesantren Tebuireng, Selasa.Baca juga: Gus Dur Jadi Teladan Toleransi, MI Al Muttaqin Cilacap Ajak Siswa Belajar Lewat SeniMenurut Sinta Nuriyah, saat ini, apa yang menjadi perjuangan dan pemikiran pemikiran Gus Dur belum sepenuhnya terealisasi.Isu-isu tentang kemanusiaan, demokrasi, keadilan, serta toleransi, masih terus berputar seperti “pusaran angin” yang memerlukan pegangan agar kembali tenang.Sementara itu, Yenny Wahid, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas gelar Pahlawan Nasional yang diberikan kepada Gus Dur.Menurutnya, pemberian gelar Pahlawan Nasional tersebut menjelaskan bahwa pemikiran dan perjuangan Gus Dur semasa hidup, memperoleh penilaian penting dari pemerintah.“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih, rasa syukur, dan dengan penuh kerendahan hati, kami menerima gelar yang telah diberikan oleh pemerintah kepada Gus Dur,” kata Yenny Wahid.“Karena ini sebagai simbol bahwa apa yang telah diperjuangkan oleh Gus Dur selama ini, menjadi nilai-nilai yang dianggap penting oleh negara,” lanjut dia.Yenny juga menegaskan perjuangan Gus Dur semasa hidup, bukan dimaksudkan untuk memperoleh gelar maupun posisi tertentu.“Gus Dur berjuang tidak untuk mendapatkan titel dan posisi, tetapi murni datangnya dari hati nurani. Perjuangan untuk keadilan dan perjuangan untuk kemanusiaan,” ujar Yenny Wahid.Sebelumnya diberitakan, Gus Dur yang merupakan Presiden ke-4 Republik Indonesia, ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional lewat Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 6 November 2025. Gus Dur yang berasal dari Jawa Timur ditetapkan sebagai pahlawan dengan perjuangan politik dan pendidikan Islam.Namanya dikenal sebagai tokoh bangsa yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri memperjuangkan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme di Indonesia.


(prf/ega)