SEMARANG, — Bencana longsor di Dusun Tarukan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, berdampak pada warga setempat, termasuk puluhan korban hilang, yang menjadi duka seluruh masyarakat Jawa Tengah.Oleh karena itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengimbau agar seluruh masyarakat Jawa Tengah, khususnya di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana di wilayahnya."Kami imbau masyarakat di daerah lain supaya waspada, terutama daerah-daerah yang di pegunungan dan rawan longsor," kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Sabtu .Baca juga: Update Longsor Cibeunying Cilacap, 6 Korban Ditemukan Tewas, 14 Masih Hilang, Pencarian BerlanjutIa juga menginstruksikan kepada seluruh bupati dan wakil kota serta BPBD kabupaten/kota untuk terus melakukan mitigasi bencana dan memetakan daerah-daerah rawan bencana alam di wilayahnya."Peta lokasi (rawan bencana) agar itu bisa diberikan kepada masyarakat sehingga mereka punya kewaspadaan," imbaunya.Sementara itu, terkait penanganan bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Ahmad Luthfi mengatakan, saat ini prioritas utamanya adalah pencarian korban hilang dan evakuasi warga yang selamat.Tim gabungan dari BPBD kabupaten dan provinsi, TNI, Polri, relawan tanggap bencana, dan seluruh stakeholder terkait saat ini masih terus berusaha menyisir lokasi.Baca juga: Longsor Cibeunying Cilacap, Alat Berat Ditambah Percepat Evakuasi 14 Korban Hilang"Ini terus berlanjut, beberapa alat sudah diturunkan semuanya. Kita berdoa semoga masih diberikan suatu keamanan atau keselamatan bagi masyarakat yang belum ditemukan," tuturnya.Hingga Sabtu, 15 November 2025, pukul 14.00 WIB, enam korban hilang telah ditemukan, sedangkan 14 warga lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.Lebih lanjut, bantuan logistik mulai dikirim dan dapur umum sudah didirikan di sekitar lokasi.Tim gabungan di lapangan juga mulai menyiapkan penanganan pasca bencana dan recovery (pemulihan) bagi masyarakat setempat.Sebelumnya, peristiwa tanah longsor di Desa Cibeunying terjadi pada Kamis , sekitar pukul 21.00 WIB.Faktor penyebabnya adalah hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.Material longsor menimbun permukiman dan menyebabkan penurunan tanah sedalam 2 meter serta retakan sepanjang 25 meter.Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan, total ada 46 jiwa dari 17 kepala keluarga (KK) yang terdampak musibah.
(prf/ega)
Longsor Cibeunying Cilacap, Gubernur Luthfi Minta Daerah Rawan Waspada
2026-01-11 03:13:41
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:07
| 2026-01-11 03:26
| 2026-01-11 03:04
| 2026-01-11 03:01
| 2026-01-11 02:52










































