Kisah Bambang, Menembus Batas Kelumpuhan hingga Raih Penghargaan Sastra

2026-01-12 15:49:56
Kisah Bambang, Menembus Batas Kelumpuhan hingga Raih Penghargaan Sastra
– Sastra bukan sekadar barisan kata di atas kertas atau layar digital. Bagi Bambang Ugoyudo, menulis adalah sebuah napas kehidupan dan sumber harapan baru di tengah keterbatasan fisiknya.Bambang, yang lebih dikenal dengan nama pena Naga Hitam, merupakan seorang penulis disabilitas yang mengalami kelumpuhan pada bagian kakinya dan tidak bisa turun ranjang.Meski tidak lagi bisa beraktivitas dengan leluasa, tangannya tetap lincah merangkai cerita lewat karyanya.Ketekunannya berbuah manis. Naga Hitam terpilih menjadi salah satu pemenang dalam ajang MaxNovel Award 2025.Baca juga: Ketika Penyintas Disabilitas Psikososial di Manggarai Timur Terima Kado Natal...Bagi Naga Hitam, menulis telah menjadi cara hidup yang memberinya kekuatan. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada MaxNovel yang telah memberikan kesempatan inklusif bagi penulis dari berbagai latar belakang."Menulis telah menjadi sumber harapan dan cara hidup meskipun dengan keterbatasan fisik," ungkapnya.Kemenangan Naga Hitam menjadi simbol semangat inklusivitas yang diusung ajang penghargaan tersebut.Baca juga: Momen Haru di Pendopo Pati, Orangtua Bangga Saat Anak Disabilitas Unjuk Kebolehan...Perhelatan MaxNovel Award 2025 yang mengusung tema "Agar Cerita-Cerita Baik Indonesia Terus Hidup", mengapresiasi 10 penulis terbaik dari beragam suku, daerah, dan agama.Direktur MaxNovel Indonesia, Neo menegaskan, platformnya mendukung pertumbuhan penulis lokal untuk mencapai keberlanjutan ekonomi."MaxNovel adalah platform novel digital lokal Indonesia yang berfokus pada pengembangan ekosistem sastra nasional," tegas Neo.Direktur Promosi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Undri, menilai bahwa karya sastra adalah instrumen penting dalam diplomasi budaya."Sastra adalah ruang ingatan kolektif bangsa, tempat nilai, identitas, dan realitas sosial dirawat serta diwariskan lintas generasi," ujar Undri.Ia menambahkan, narasi Indonesia harus hadir dalam dialog global secara lebih inklusif dan bermakna.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Andy Hadiyanto mengatakan, sastra merupakan medium pendidikan yang efektif karena mampu menyampaikan nilai-nilai kebaikan secara lebih membumi dan lintas generasi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-12 15:33