Bank of England Peringatkan Risiko Gelembung AI di Pasar Saham

2026-01-12 03:29:02
Bank of England Peringatkan Risiko Gelembung AI di Pasar Saham
- Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey memperingatkan kemungkinan munculnya gelembung (bubble) di pasar keuangan akibat euforia terhadap kecerdasan buatan (AI), meski teknologi tersebut diyakini dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan.Dikutip dari Reuters, Kamis , Bailey menyampaikan pandangannya setelah bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga. Ia mengatakan, masih ada ketidakpastian besar terkait imbal hasil dari penerapan AI di masa depan.“Tentu saja, sangat mungkin dan sangat konsisten bahwa AI bisa menjadi penggerak besar berikutnya dalam hal produktivitas,” kata Bailey.Baca juga: Gelembung AI Bisa Pecah di Silicon Valley, Dampaknya Tak Main-main“Pandangan pribadi saya, lebih mungkin daripada tidak, bahwa hal itu memang akan terjadi. Tetapi kita masih harus menempuh jalan yang cukup panjang untuk benar-benar melihat buktinya,” lanjut dia.Menurutnya, potensi peningkatan produktivitas dari AI tidak menutup kemungkinan terjadinya gelembung pasar. Ia menilai saat ini pasar tampak terlalu optimistis terhadap aliran imbal hasil masa depan dari teknologi tersebut.“Pada saat yang sama, kita bisa saja mengalami gelembung, karena jelas pasar sedang memperkirakan aliran imbal hasil di masa mendatang dari hal ini, dan itu masih belum pasti. Jadi, kedua hal itu bukannya tidak konsisten,” ujarnya.Baca juga: Bubble dan Valuasi Tinggi Tekan Saham Teknologi, Wall Street MerahDalam laporan kebijakan moneter yang dirilis bersamaan dengan keputusan suku bunga, Bank of England mencatat bahwa valuasi ekuitas saat ini tampak meregang dibandingkan konteks historis, terutama pada perusahaan teknologi yang berfokus pada AI.Hal ini membuat pasar saham menjadi lebih rentan terhadap koreksi apabila ekspektasi terhadap dampak AI berkurang.Bank sentral juga menilai, koreksi tersebut dapat memengaruhi permintaan global dan pada akhirnya menekan tekanan inflasi di Inggris.“Jika gelembung itu mengempis atau pecah, itu akan menunjukkan pengetatan kondisi keuangan yang akan melemahkan permintaan global, dan itu akan berdampak kembali ke Inggris,” kata Wakil Gubernur Bank of England, Dave Ramsden.


(prf/ega)