Saat Cabai Jadi Solidaritas Jakarta untuk Aceh

2026-01-12 05:36:50
Saat Cabai Jadi Solidaritas Jakarta untuk Aceh
JAKARTA, - Di tengah upaya pemulihan wilayah Sumatera yang terdampak banjir dan longsor, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memilih jalur konkret untuk menunjukkan solidaritasnya.Lewat Perumda Pasar Jaya, Pemprov DKI Jakarta membeli langsung cabai dari Aceh dan mendistribusikannya ke pasar-pasar tradisional Ibu Kota, menghubungkan kebutuhan pangan kota besar dengan denyut ekonomi daerah bencana.Langkah ini dimulai dengan pembelian 1,4 ton cabai dari Aceh yang kemudian disalurkan ke sejumlah gerai Perumda Pasar Jaya.Selain menjaga pasokan dan harga cabai di Jakarta, kebijakan tersebut diarahkan untuk membantu petani Aceh yang terdampak bencana agar tetap memiliki akses pasar.Baca juga: Warga Antusias Beli Cabai Aceh di Pasar Murah Jakarta, Harga Lebih Murah dari PasaranWakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan, pembelian cabai dari Aceh dilakukan sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi pascabencana.“Sudah dari Jumat kemarin kita mengambil cabai-cabai yang dari Aceh. Alhamdulillah, Pak Gubernur juga setuju kalau kita punya kontrak farming dengan wilayah setempat,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, Senin dikutip dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta.Ia optimistis, cabai dari Aceh dapat terserap dengan baik di Jakarta, mengingat kualitasnya yang dinilai baik dan harga jualnya yang lebih terjangkau dibandingkan pasar.“Alhamdulillah ternyata banyak sekali orang yang beli. Semoga ini bisa membantu memulihkan perekonomian warga Sumatera terdampak bencana,” kata Rano.Menurutnya, kebutuhan cabai Jakarta yang mencapai sekitar 120 ton per hari membuka peluang besar bagi daerah penghasil cabai, termasuk Aceh, untuk masuk dalam rantai pasok jangka panjang.“Jadi bayangkan teman-teman, kebutuhan cabai Jakarta setiap hari 120 ton. Luar biasa potensinya,” ujarnya.Baca juga: Pengakuan Mata Elang: Mengapa Penarikan Kendaraan di Jalan Kerap Disertai Kekerasan?Di tingkat konsumen, pasar murah cabai asal Aceh mendapat sambutan positif. Harga yang lebih rendah di tengah tren kenaikan kebutuhan pokok menjadi alasan utama warga membeli cabai tersebut.Dewi (59), warga Karawang, mengaku tidak sengaja menemukan pasar murah cabai Aceh saat berkunjung ke Pasar Senen.“Saya dari Karawang lagi mau beli obat di sini, terus mau main ke saudara, eh ada pasar murah, cabai murah, ya lumayan banget, Rp 20.000 per 500 gram,” ungkap Dewi saat ditemui di Pasar Senen Blok III, Senin .Ia menyebut harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan di daerah asalnya dan menjadi pengalaman pertamanya berbelanja di pasar murah pemerintah.Baca juga: Tak Ada Pesta Kembang Api di Jakarta Saat Malam Tahun Baru 2026“Murah banget ini, kalau di Karawang enggak ada juga pasar murah makanya lumayan banget, belinya juga enggak perlu KTP, kan alhamdulilah,” jelas Dewi.


(prf/ega)