Banjir Asia Tewaskan 1.150 Jiwa dan Terbanyak di Indonesia, Ilmuwan: Peringatan Siklon Sudah Lama Ada

2026-01-12 08:59:22
Banjir Asia Tewaskan 1.150 Jiwa dan Terbanyak di Indonesia, Ilmuwan: Peringatan Siklon Sudah Lama Ada
- Banjir menerjang Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Sri Lanka pada akhir November 2025 lalu.Di Indonesia, banjir bandang menghantam beberapa daerah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Sejumlah media asing melaporkan banjir dahsyat di empat negara tersebut menyebabkan lebih dari 1.150 orang kehilangan nyawa.Banyak bangunan tertimbun material banjir dan longsoran tanah, serta jalan utama dan pasokan listrik terputus akibat banjir bandang.Baca juga: Akses Terputus Total, Sejumlah Wilayah Aceh Barat Masih Terisolasi akibat Banjir dan LongsorWilayah Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Sri Lanka sekarang memang tengah memasuki musim hujan.Namun, musim hujan tahun ini telah diperparah oleh Siklon Tropis Ditwah di barat Teluk Benggala dan Senyar di Selat Malaka.Ditwah pertama kali terbentuk sebagai depresi dalam di Teluk Benggala sebelum menjadi siklon tropis.Sebagaimana dilansir Al Jazeera, Selasa , badai tersebut mencapai daratan Sri Lanka pada Jumat hingga memicu banjir besar dan longsor.Sementara Siklon Tropis Senyar terbentuk di Selat Malaka yang terletak di antara Semenanjung Malaya dan Pulau Sumatera.Senyar awalnya terbentuk dari bibit siklon tropis dan semakin membesar hingga menjadi siklon tropis.Badai tersebut pun sempat mencapai daratan utara Sumatera sebelum kembali ke Selat Malaka.Senyar membawa curah hujan yang sangat tinggi, angin kencang, dan gelombang perairan besar di beberapa wilayah.Baca juga: Mengapa Publik Bandingkan Banjir Sumatera dengan Tsunami Aceh 2004? Ini Penjelasan Psikolog KebencanaanIlmuwan iklim di Indian Institute of Tropical Meteorology, Roxy Mathew Koll, mengatakan peringatan badai siklon telah disampaikan ke negara-negara yang terkena dampak jauh sebelum Badai Siklon Senyar dan Ditwah mencapai daratan.Dia menyebut, sudah ada peringatan hujan deras setelah satelit berhasil melacak kedua badai tersebut.Namun, Koll mencatat kedua siklon yang melanda Indonesia dan Sri Lanka bukanlah badai terkuat dalam beberapa dekade terakhir, dengan kecepatan angin relatif lebih rendah, yaitu 60-80 km/jam (37-50 mph).


(prf/ega)