Didukung Trump, Anak Imigran Palestina Nasry Asfura Menangi Pemilu Honduras

2026-01-11 03:51:53
Didukung Trump, Anak Imigran Palestina Nasry Asfura Menangi Pemilu Honduras
TEGUCIGALPA, - Kandidat presiden yang didukung oleh Presiden AS Donald Trump, Nasry Asfura memenangi pemilu Honduras, Rabu .Hasil ini diraih setelah pemilihan ketat yang diwarnai penundaan dan tuduhan kecurangan.Asfura yang merupakan anak imigran Palestina itu mengalahkan saingannya, Salvador Nasralla yang menuntut penghitungan ulang penuh karena dugaan penyimpangan."Menyatakan Nasry Juan Asfura Zablah terpilih untuk masa jabatan empat tahun," kata Presiden Dewan Pemilihan Nasional (CNE), dikutip dari AFP, Kamis .Baca juga: Trump Bebaskan Eks Presiden Honduras yang Dipenjara 45 Tahun atas Kasus NarkobaMenurut hasil resmi, Asfura menang dengan 40,1 persen suara, unggul tipis dari Nasralla yang memperoleh 39,5 persen suara.Rixi Moncada, seorang pengacara dari Partai Libre berhaluan sayap kiri yang saat ini memimpin pemerintahan, berada di urutan ketiga dengan 19,2 persen.Usai dinyatakan menang, Asfura langsung menegaskan tak akan mengecewakan pendukungnya."Honduras, saya siap memerintah, saya tidak akan mengecewakan Anda," tulis Asfura dalam unggahan di media sosial X.Baca juga: Perang Teknologi AS-China Memuncak, Washington Larang Drone DJI DijualIa juga mengucapkan terima kasih kepada petugas pemilihan karena telah mengesahkan kemenangannya.AS juga turut menyambut terpilihnya Asfura dan menyatakan niat mereka untuk membantu menghentikan imigrasi ilegal."Kami berharap dapat bekerja sama dengan pemerintahan yang akan datang untuk memajukan kerja sama keamanan bilateral dan regional kami, mengakhiri imigrasi ilegal ke AS, dan memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara kami," kata Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio dalam sebuah pernyataan.Rubio juga menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati hasil pemilu Honduras agar pihak berwenang dapat segera memastikan transisi kekuasaan yang damai.Masa jabatan baru Asfura dimulai pada 27 Januari 2026.Baca juga: Venezuela Sahkan Undang-undang Baru, Pendukung Blokade Minyak AS Bisa Dipenjara 20 TahunKemenangan Asfura ini diumumkan lebih dari tiga minggu setelah pemungutan suara pada 30 November. Kondisi ini telah menyebabkan ketegangan di kalangan warga Honduras. Sementara, penghitungan yang lambat memicu klaim adanya penyimpangan dan kecurangan pemilu.


(prf/ega)