Sherina Munaf Protes Gajah Jadi "Alat Berat" Bersihkan Puing Kayu Pascabanjir di Aceh

2026-01-12 18:56:48
Sherina Munaf Protes Gajah Jadi
JAKARTA, - Penyanyi dan aktris Sherina Munaf menyampaikan kritik terhadap penggunaan gajah untuk membantu pembersihan jalan pasca bencana banjir di Aceh.Hal itu ia ungkapkan melalui sejumlah unggahan di media sosial Instagram-nya.Sherina menilai penggunaan gajah sebagai alat penarik kayu besar bukanlah langkah yang etis maupun aman bagi satwa yang habitatnya justru kerap terdampak oleh aktivitas manusia.Baca juga: Gajah Abu, Mido, Ajis, dan Noni Bantu BKSDA Aceh Bersihkan Puing Kayu di Pidie Jaya“The country, the government should be grateful masyarakat sipilnya punya inisiatif, kepedulian dan jiwa kemanusiaan sebesar ini. Ini nilai plus sebuah negara lho. Gotong-royong bahu membahu dan sat set bergerak," tulis Sherina dalam keterangan unggahannya dikutip Kompas.com, Selasa .Ia juga membagikan foto seekor gajah yang digunakan untuk memindahkan batang kayu besar, lengkap dengan tulisan tegas: “Gajah Bukan Alat Berat!”Sherina menyoroti ironi dalam penanganan bencana tersebut.Baca juga: Saat 4 Gajah Perkasa Bantu Evakuasi dan Trauma Healing Korban Banjir Pidie Jaya Aceh"Sudahlah manusia rusak rumah mereka, mereka pula yang harus membereskan semuanya,” tulis Sherina.Sherina juga memposting "Surat Terbuka untuk BKSDA Aceh”. Sherina menyampaikan keprihatinan mendalam atas keputusan darurat tersebut.Sherina mengakui tekanan di lapangan dan niat baik untuk menyelamatkan nyawa. Tetapi, ia menegaskan bahwa gajah adalah makhluk cerdas, sosial, dan penuh perasaan.Baca juga: Sherina Munaf Galang Dana untuk Hewan Terdampak Bencana di Sumatera“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas penggunaan gajah untuk membantu pembersihan jalan pasca bencana di Aceh...,” demikian unggahan Sherina.“Namun, gajah bukan alat berat. Mereka adalah makhluk cerdas, sosial, dan penuh perasaan, yang justru selama ini paling terdampak ketika habitat mereka hilang dan terfragmentasi," lanjut unggahan Sherina.Sherina kemudian menawarkan beberapa alternatif yang dianggapnya jauh lebih aman dan etis untuk penanganan bencana.Baca juga: Doa dan Harapan Fedi Nuril untuk Korban Banjir Sumatera: Semoga Pemerintah Gerak CepatDia me-repost unggahan teman satu komunitasnya, Indira Diandra.Sherina meminta BKSDA Aceh (Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh) untuk menghentikan praktik penggunaan gajah sebagai alat berat.“Tiga poin solusi yang ia sampaikan meliputi yakni prioritaskan alat berat resmi dari instansi terkait seperti BPBD, PU, atau TNI. Kedua, libatkan relawan dan organisasi kemanusiaan. Ketiga, fokuskan BKSDA pada pemulihan habitat dan mitigasi konflik antara manusia dan satwa,” tulis Sherina.Ia juga menyarankan langkah-langkah seperti pendayagunaan alat berat tambahan melalui koordinasi lintas lembaga, pengerahan relawan nasional, pemanfaatan teknologi geospasial, dan kolaborasi dengan organisasi kemanusiaan dan satwa.Baca juga: Dijadikan Saksi di Sidang Dugaan Penjarahan Rumah Uya Kuya, Sherina Munaf Tidak Hadir“Kami yakin BKSDA Aceh memiliki niat baik yang sama: menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa dan memulihkan daerah terdampak secepat mungkin. Karena itu, kami berharap rencana ini dapat ditinjau kembali demi kebaikan seluruh makhluk yang terdampak,” tulis unggahan Sherina.Ia menutup unggahannya dengan apresiasi bagi para petugas di lapangan.“Terima kasih sudah berjuang di garis depan. Semoga setiap langkah membawa kita pada kehidupan yang lebih manusiawi bagi manusia dan satwa,” tulis unggahan Sherina.


(prf/ega)