- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui perbaikan infrastruktur serta pemberian jaminan perlindungan sosial bagi petani dan pekerja rentan di Kabupaten Jember.Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait dalam peluncuran Program Lingkaran Cinta dan Cinta Petani, di Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember, Senin .Gus Fawait menegaskan bahwa Jember harus kembali menjadi lumbung pangan utama di Jawa Timur (Jatim). Untuk mewujudkan hal ini, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memperbaiki infrastruktur pertanian."Kami menyadari bahwa hampir 70 persen infrastruktur pertanian di Jember sebelumnya mengalami kerusakan. Inilah fokus kami, memperbaiki apa yang rusak dan memberikan alat produksi yang modern," ujar Gus Fawait dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa .Baca juga: Ingin Tebus Kekurangan PKB, Cak Imin Dorong 5 Persen APBN untuk Infrastruktur PertanianIa mengungkapkan bahwa Pemkab Jember melalui Dinas TPHP telah menerima bantuan alat pertanian yang merupakan akumulasi dukungan pemerintah pusat dan daerah senilai Rp 73,5 miliar.Bantuan yang diberikan meliputi 169 unit mesin prapanen dan 111 unit mesin pascapanen, 644 ton pupuk berbagai jenis, 8.728 pohon benih hortikultura, 33.800 bibit perkebunan, serta bantuan untuk 24.292 hektar (ha) tanaman pangan.Selain memperbaiki infrastruktur pertanian, Gus Fawait juga menekankan urgensi jaminan perlindungan sosial bagi puluhan ribu pekerja, termasuk petani, melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.Ia mengatakan, Pemkab Jember hadir untuk meringankan beban masyarakat dengan menanggung iuran para pekerja rentan.Baca juga: Iuran BPJS Kesehatan dan Sertifikat Tanah Digratiskan buat Korban Banjir Sumatera"Tahun 2025 mencatatkan angka partisipasi terbesar dalam tiga tahun terakhir. Total ada 82.093 orang yang iurannya dibayarkan oleh Pemkab Jember," ungkap Gus Fawait.Sepanjang 2025, Pemkab Jember tercatat membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 40.300 buruh tani, 19.474 pekerja sosial keagamaan, 10.000 petani pangan dan hortikultura, 9.484 pekerja rentan desa, 2.000 nelayan tangkap, serta ratusan pedagang keliling.Hingga 10 Desember 2025, total dana manfaat yang telah terserap mencapai Rp 17,8 miliar dan diproyeksikan menyentuh angka Rp 20 miliar pada akhir tahun.Gus Fawait optimistis, pembangunan infrastruktur dan sektor pangan akan semakin masif pada 2026. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.Baca juga: Anggota DPR: Penguatan Sektor Pangan Harusnya Berdayakan Petani, Bukan TNI"Kami tidak hanya bercerita, tetapi memberikan bukti konkret. Jember harus maju, Jember harus lebih baik," tegas Gus Fawait.Gus Fawait mengungkapkan bahwa realisasi program pembangunan Pemkab Jember pada 2025 mencatat sejarah baru dan menjadi yang terbesar dalam empat dekade terakhir.Untuk memaksimalkan berbagai program pembangunan, termasuk sektor pertanian, ia juga aktif melakukan lobi ke pemerintah pusat di Jakarta.Gus Fawait menyebut, perbaikan jalan di seluruh Jember membutuhkan anggaran sekitar Rp 1,2 triliun. Menurutnya, target ini sulit tercapai jika Pemkab Jember hanya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD)."Oleh karena itu, konektivitas udara melalui Bandara Jember sangat krusial untuk memudahkan birokrasi berkoordinasi dengan pemerintah pusat demi membawa anggaran pembangunan ke Jember," kata Gus Fawait.Baca juga: Penerbangan Perdana Fly Jaya: Hiburan Keluarga di Bandara Jember
(prf/ega)
Perkuat Sektor Pertanian, Pemkab Jember Fokus Perbaiki Infrastruktur dan Lindungi Petani
2026-01-12 05:23:09
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:04
| 2026-01-12 04:30
| 2026-01-12 04:20
| 2026-01-12 03:34
| 2026-01-12 03:10










































